Heboh OK Arya Ditangkap

LIMAPULUH – Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen dihebohkan telah ditangkap tim Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), tadi malam Rabu (5/6). OK disebut-sebut ditangkap di rumahnya di Limapuluh, Batubara.

Informasi ditangkapnya OK Arya muncul di antara kalangan wartawan. Kabag Humas Pemkab Batubara Abdul Rahman Hadi yang dihubungi via telepon seluler sekira pukul 21.45 WIB mengatakan, sudah dua hari OK Arya berada di Jakarta. Kata Rahman, OK ke Jakarta
untuk suatu urusan.

Salah seorang sumber di Pemkab Batubara yang layak dipercaya ketika dihubungi, membantah OK Arya ditangkap. Informasi dari salah seorang keluarga dekat OK, tadi malam OK Arya menghadiri acara pesta keluarga di Binjai Sebrangan. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan OK Arya melalui telepon seluler. Hanya saja komunikasi berlangsung singkat karena suasana di tempat pesta sangat ramai.

“Tadi saya telepon dia (OK Arya, red). Katanya dia lagi di tempat pesta keluarga di Binjai Sebrangan. Tapi Hp langsung dimatikan karena bising di sana,” terang sumber tersebut.

Kepastian OK Arya tidak ditangkap diperkuat ketika METRO bisa menghubungi adik kandungnya, OK Rangga. Melalui telepon seluler, OK Rangga mengatakan abangnya itu bersama dirinya menghadiri pesta keluarga di Binjai Sebrangan. “Ini dia (OK Arya, red) ada di dekat saya,” katanya.

Ketika Metro Asahan meminta untuk berbicara langsung dengan OK Arya, OK Rangga mengatakan abangnya sedang dikerumuni para tamu. Sementara, ketika nomor ponsel OK Arya dihubungi, meski terdengar nada panggilan aktif, tapi tidak kunjung diangkat.

Terpisah, dari beberapa sumber yang dihimpun menyebutkan, OK Arya berada di Jakarta seja dua hari lalu. Bahkan, salah seorang sumber itu mengaku, sempat melihat OK di Bandara Polonia sebelum bertolak ke Jakarta.”Orang saya melihat OK Arya di bandara sebelum bertolak ke Jakarta,” kata pria itu sembari meminta namanya tidak dipublikasikan.

Selain isu OK Arya ditangkap, bahkan beredar informasi bahwa tim penyidik dari Kejagung sedang berada di Batubara, untuk melakukan investigas terkait dugaan korupsi yang melibatkan OK Arya.

Humas Kajati Sumut Chandra Purnama ketika dikonfirmasi terkait isu penangkapan OK Arya, tidak berhasil dihubungi hingga pukul 22.00 WIB, karena telepon genggam Chandra tak kunjung aktiv.

Sebagaimana diketahui, OK Arya diduga terlibat atas raibnya Kas Pemkab Batubara sekitar Rp80 miliar. Bahkan, mantan Bendahara Pemkab Batubara Fadil Kurniaran dan mantan Kadis Pendapatan Batubara Yos Rouke, sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta terkait kasus itu.

Dalam sidang penjatuhan hukuman kala itu, Fadil dan Yos Rouke dinyatakan terbukti melakukan perbuatan pidana sebagaimana dakwaan kesatu primair, yaitu melanggar pasal 2 Ayat (1) junto pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Korupsi junto pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUH-Pidana junto pasal 64 Ayat (1) KUH-Pidana.

Terdakwa juga terbukti melangar pasal 3 Undang-undang No.8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang junto pasal 64 ayat (1) KUH-Pidana. (tim)