Hindari Kecurangan Perekrutan Panwascam Pilgubsu Perlu Diawasi

Sardion Situmeang

TARUTUNG - Perekrutan calon anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam)  untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2013 di Kabupaten Tapanuli Utara perlu pengawasan.  Pengawasan itu bertujuan untuk mengontrol panitia, karena diduga perekrutan sarat kepentingan politik dan kurang transparan, bahkan disinyalir terjadi permainan suap. “Perekrutan yang sarat kepentingan atau titipan pihak-pihak tertentu dan tidak transparan akan berdampak terhadap kualitas anggota panwascam terpilih nantinya. Kita menilai, perekrutan seleksi calon anggota Panwascam ini tidak kredibel.

Artinya, proses seleksi anggota panwascam dinilai sarat KKN lantaran kental dengan titipan-titipan berazaskan kekeluargaan,” sebut Ruben Zaskia Sinaga (41), salah seorang pengamat Politik di Taput, Senin (19/11). Dia juga menyebut kondisi itu akan berdampak pada pelaksanaan Pilgubsu mendatang. “Pelaksanaan Pilgubsu nantinya tidak akan berjalan netral apabila perekrutan petugasnya pun sudah tidak kredibel. Justru sebaliknya bakal terjadi komplain serta permasalahan dalam proses Pilgubsu tersebut,” ujarnya. Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat luas agar mengawasi dan mengontrol Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dalam hal perekrutan Panwascam, agar proses pemilihan Gubsu nantinya berjalan sukses serta menghasilkan pemimpin yang benar-benar muini pilihan rakyat.

Selain itu, pihaknya juga menilai indikasi kecurangan dan intrik pemalsuan keterangan seseorang agar lulus administarsi. “Kita curiga ada beberapa anggota calon Panwascam yang tidak memnuhi persyarat tetapi dinyatakan lolos administarsi,” ungkapnya tanpa menyebut identitas calon tersebut. Kecurigaan itu, sambung Ruben, adanya laporan dari masyarakat terkait anggota calon Panwascam yang tidak memiliki akta lahir dinyatakan lolos administrasi. “Kita sudah ada menerima informasi tersebut, ini tentu harus dikawal agar tidak menimbulkan berbagai opini di tengah-tengah masyarkat,” imbaunya.

Apabila informasi itu benar, Ruben sangat menyayangkannya apalagi kecurangan itu dilakukan dengan sengaja oleh pejabat tertentu untuk meloloskan titipannya meski tidak memenuhi persyaratan untuk diloloskan menjadi calon Panwascam. Terpisah, Ketua Pokja Pengawasan dan Humas Panwaslu Taput Sardion Situmeang SH, dengan tegas membantah isu terkait tudingan perihal adanya ketidak beresan dalam perekrutan calon Panwascam di wilayahnya tersebut.  “Tidak ada itu, perekrutan calon anggota Panwascam terbuka untuk umum. Bahkan kita sudah umumkan sebelumnya lewat media cetak. Jadi itu tidak benar, apalagi dicurigai menerima suap,” tegasnya.

Lagian, sambung Sardion, syarat menjadi panwascam jelas-jelas telah diumumkan lewat media cetak. Yakni, harus berusia minimal 25 tahun dan minimal berpendidikan SMA serta tidak terlibat dalam kepengurusan parpol sekurang-kurangnya 5 tahun. Selain itu, peserta wajib berdomisili di wilayah kerja yang dibuktikan dengan kartu kelurga. Bahkan, harus melewati beberapa tahapan tes dalam pelaksanaan rekrutmen calon anggota panwas kecamatan, yakni tahapan seleksi administrasi, pelaksanaan tes tulis dan pelaksanaan tes wawancara.

“Untuk pelaksanaan tes tertulis dilaksanakan Jumat (23/11) mendatang pukul 14.00 Wib bertempat di Yayasan Perguruan HKI Tarutung. Bentuk soal ujian kita belum tahu karena bahannya dari Provinsi,” terangnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Panwaslu Taput akan merekrut 45 orang Panwascam untuk ditugaskan di 15 kecamatan. Kemudian, dari 45 orang tersebut akan ditempatkan 3 orang setiap kecamatan. (cr-01)

Komentar