Putri Digauli Kekasih, Ibu Marah! Kami Sama-sama Cinta

Ilustrasi
Ilustrasi

MetroSiantar.com- Cinta kerap membuat orang sulit berpikir jernih. Sebut saja seperti yang dilakukan Putri (18) nama samaran. Dia nekat melawan ibunya ketika diminta pulang, sesaat setelah kepergok berduaan dengan kekasihnya di kamar.

Merasa pikiran putrinya telah ‘diracuni’, BS (39) membuat pengaduan ke Polres Tebingtinggi, kemarin. Alasan lain mengadu adalah, DAD (24) dengan lantang menggungkap persetubuhannya dengan korban.

Menurut BS, Putri pergi dari rumah beberapa hari sebelum dilaporkan ke polisi. Karena tidak pulang-pulang, mereka pun melakukan pencarian. Kerabat dan teman-teman korban ditanya, tapi tak seorang pun mengetahui keberadaan Putri.

Dalam kebingungan itu, BS mendapat kabar putrinya sedang berada di Jalan Danau Laut Tawar, Linkungan IV, Kelurahan Lubuk Raya, Padang Hulu, Tebing Tinggi, rumah DAD. Tanpa buang waktu, dia bergegas dan sampai ke alamat tersebut sekira pukul 06.00 WIB. Begitu masuk, dirinya mendapati korban berduaan dengan DAD di kamar.

Malu, warga Jalan Sakti Lubis, Gang Saudara, Lingkungan I, Kelurahan Pasar Baru, Tebingtinggi Kota, ini langsung menarik paksa Putri agar keluar dari kamar. Bukannya merasa bersalah, Putri justru menolak ajakan ibunya untuk pulang. Dia melawan hingga terjadi keributan.

Melihat kekasihnya berontak, DAD bereaksi dengan ikut menarik tangan Putri. “Kami sama-sama cinta. Kami sudah berulang kali berhubungan badan,” ketus DAD. Mendengar pengakuan tersebut, BS semakin emosi. Dia semakin kuat menarik korban untuk ikut pulang bersamanya. Upaya ibu ini tidak sia-sia. Walau terus berontak, korban berhasil dibawa pulang.

“Kami mau pria yang menodai putri kami segera ditangkap. Dasar cinta tidak cukup untuk lanjut ke jenjang berikutnya (menikah). Seharusnya si Dian itu menuntun putri kami, bukan malah memanfaatkan kepolosan dan merusaknya. Saya berharap keadilan ditegakkan,” sebut BS tanpa bisa membendung air matanya.

Begitu mendapat laporan, polisi bergerak cepat dan melakukan olah TKP. Setelah melalui beberapa proses penyelidikan, DAD akhirnya ditangkap. Di selah pemeriksaannya, DAD mengakui telah berkali-kali menyetubuhi Putri. Menurutnya, itu terjadi karena mereka sudah lama pacaran. Selain itu, korban juga mau digauli tanpa ada paksaan.

“Aku dan Putri pacaran sejak bulan Oktober 2012 lalu. Pertama kali kami melakukannya sekitar bulan Maret 2016 lalu di kamarku. Terakhir kali kami bersetubuh pada Selasa (14/3) subuh jam 01.00 wib,” ungkapnya.

DAD berencana membawa Putri ke rumah kakaknya di Sidamanik, Siantar. Disana, pria ini berniat mempersunting korban meski tanpa restu orangtua. “Rencananya aku mau bawa Putri untuk kawin lari. tetapi karena ibunya mau menuntut aku, makanya kami pun pulang ke Tebingtinggi lagi,” terangnya lantang.

Kasubag Humas AKP MT Sagala menjelaskan, korban pertama disetubuhi ketika masih berumur 16 tahun dan terakhir berusia 18 tahun. Karenanya Dian Ariandi Damanik terjerat pasal 81 ayat (2) subs 82 ayat (1) Perpu RI No I Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 tentang Perlindungan Anak junto pasal 64 dari KUHPidana. (noo/ras/sp)