Aduh..Ada Jurtul Togel Ngaku Kasih Setoran ke Oknum ASN Pengadilan

GS, tersangka penulis togel dan Kim setelah diamankan Sat Reskrim Polres Tapteng.
GS, tersangka penulis togel dan Kim setelah diamankan Sat Reskrim Polres Tapteng.

MetroSiantar.com-Satuan Reskrim Polres Tapteng menangkap GS (31), penulis judi togel dan Kim. Mirisnya, warga Jalan Hiu, Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, ini mengaku, menyetor uang hasil judi kepada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga, berinisial JDS.

Tersangka diringkus polisi, Minggu (19/3). Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi melalui Paur Subbag Humas Polres Tapteng Aiptu Hasanuddin Hasibuan mengatakan, penangkapan terhadap GS dilakukan Sat Reskrim Polres Tapteng dipimpin Kanit II Ipda Della Antomi. Tersangka tertangkap tangan melakukan tindak pidana perjudian di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Barang bukti berupa satu buah buku tulis, satu pulpen, satu HP merak I-Chrry, uang tunai sebesar 70 ribu rupiah. Semunya dibawa Kepolres Tapteng untuk dilakukan penyidikan perkara tindak pidana yang dilakukan terlapor atau tersangka,” ujar Aiptu Hasanuddin kepada New Tapanuli, Senin (20/3).

Aiptu Hasanuddin menerangkan, dalam keterangan tersangka, dia melakukan pekerjaan haram (jurtul togel/Kim, red) dikarenakan kesulitan ekonomi, dimana GS yang bekerja sebagai penarik becak bermotor (betor) tidak dapat mencukupi biaya hidup sehari-harinya dan keluarganya.

“Selanjutnya terlapor atau tersangka menjelaskan, di dalam kesulitan ekonomi tersebut ada seseorang menawarkan kepadanya untuk menjadi jurtul togel, yaitu seorang ASN Pengadilan Negeri Sibolga berinisial JDS yang merupakan bandar judi togel dan Kim di Sibolga-Tapteng, dan hasil atau omset permainan judi togel dan Kim selalu disetorkan terlapor kepada JDS di rumah kos-kosan JDS di Kota Sibolga,” jelasnya.

GS dikenakan pasal 303 KUH-Pidana. Aiptu Hasanuddin mengimbau kepada seluruh warga Tapteng, agar tidak tergiur melakukan permainan judi, dikarenakan selain diharamkan oleh agama, juga dilarang hukum pemerintah NKRI, terlebih penghasilan atas judi tersebut tidak setimpal dibanding hukum negara.

“Menurut survei kami, imbalan saudara sebagai jurtul togel atau Kim dari bandar hanya sekitar Rp40 ribu-Rp80 ribu rupiah, satu kali putaran yaitu menurut hasil omset yang saudara rekrut. Sedangkan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda 25 juta, itulah hukuman dan denda yang sebenarnya berdasarkan pasal 303 dari KUH-Pidana,” ucapnya. (dh/ms)