Baru Kenalan Sudah Berhubungan Badan, Ini Akibatnya…

Polisi periksa jasad korban.
Polisi periksa jasad korban.

MetroSiantar.com – Polisi masih terus mengusut kasus pembunuhan yang ditemukan di dekat masjid di daerah Babelan, Kabupaten Bekasi. Seorang terduga pelaku sudah dibekuk polisi namun hingga Senin malam masih diperiksa dengan instesif.

Dari hasil pengakuan sementara terduga kepada polisi, ia tega membunuh wanita tersebut karena korban menolak berhubungan badan sekali lagi terhadap kekasih cinta satu malam itu.

Nur Fadillah (15) dibunuh oleh YD (25) yang baru berkenalan malam itu Pelaku ditahan karena gerak geriknya mencurigakan dan berkelit. Kasubag Humas Polresta Metro Bekasi Kompol Kunto Bagus mengungkapkan, pelaku datang ke RS Tiara Babelan berboncengan dengan korban menggunakan sepeda motor, meminta tolong.

“Pelaku bersama korban berboncengan meminta tolong untuk dilakukan pengobatan terhadap korban, saat itu diterima oleh saksi Danur clening service Rs Tiara lalu membangunkan saksi Ricky dan saksi Eko security,” kata Kunto Senin (17/4).

Pelaku menerangkan korban awalnya mengaku pacarnya. Pelaku mengatakan, korban jatuh di Jalan Raya Kebalen depan Masjid Kebalen. Kemudian setelah dicek oleh dokter, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan ditemukan ada luka robek di perut bagian bawah. Kemudian Ricky menanyakan kepada lelaki ini soal identitas korban, namun dia (pelaku) mengaku tidak kenal “Karena pelaku berkelit dan pernyataannya berbeda-beda lalu Ricky security RS Tiara menahan pelaku berikut sepeda motornya, kemudian melaporkan ke chief security Serda siswanto TNI AL dan melaporkan ke Polsek Babelan,” jelas Kunto

Dari hasil pemeriksaan diketahui, keduanya baru kenalan tapi sudah langsung melakukan hubungan badan. “Awalnya korban menolak berhubungan lagi dengan pelaku. Ketika disetubuhi kembali bibir pelaku digigit korban dan lari, lalu pelaku menikam korban di perutnya. Korban dan pelaku baru ketemu malam itu,” tandas Kunto. Saat ini pelaku ditahan di Polsek Babelan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.(pk/jpg)