Dijemput dari Batam, Bayi Adopsi Ilegal Diserahkan ke Dinas Sosial

Penyerahan Anak oleh Kanit Reskrim Polsekta Tanah Jawa Iptu Jaresman Sitinjak SH MH kepada Petugas Dinas Sosial Kabupaten Simalungun di Mapolsekta Tanah Jawa.
Penyerahan Anak oleh Kanit Reskrim Polsekta Tanah Jawa Iptu Jaresman Sitinjak SH MH kepada Petugas Dinas Sosial Kabupaten Simalungun di Mapolsekta Tanah Jawa.

MetroSiantar.com-Jajaran Mapolsekta Tanah Jawa berhasil mengamankan satu pasangan suami istri yang telah mengadopsi anak secara illegal yakni anak bernama AG, berumur 14 bulan. Kedua pasangan tersebut Marsita Sinaga (37) dan Jimmy Gultom (38) yang selama ini tinggal di Batam dan hidup bersama korban. Keduanya diamankan petugas pada Rabu (9/8).

Setelah melakukan pemeriksaan dan proses penyelidikan, keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Dimana sebelumnya 12 tersangka telah di tetapkan dan kini menjadi empat belas orang. Sementara itu untuk korban bertambah satu orang lagi, yang sebelumnya empat kini menjadi lima anak.

Untuk menghadapi proses hukumnya pada dua tersangka yang baru datang ini, Polsekta Tanah Jawa terpaksa menyerahkan anak yang selama ini diadopsi secara ilegal tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Sosial, untuk dirawat dan diasuh.

Proses penyerahan anak tersebut dilakukan di ruang Unit PPA Polsekta Tanah Jawa, diserahkan langsung oleh Kapolsekta Tanah Jawa Kompol Anderson Siringoringo SH MH melalui Kanit Reskrimnya Iptu Jaresman Sitinjak SH MH kepada petugas dari Dinas Sosial Kabupaten Simalungun, Kamis (10/8) sekira pukul 13.00 WIB.

Dalam proses penyerahan ini, suasana isak tangis antara anak dan pasutri tersebut tidak terbendung. Sang anak enggan lepas dari pasangan tersebut dan pelan-pelan coba dibujuk. Namun karena terus menangis dan tidak mau berhenti hingga akhirnya kembali digendong oleh bapak adopsinya.

Setelah menyelesaikan segala administrasi, korban anak kemudian di bawa bersama orang tua adopsinya agar dapat tenang ke Panti Asuhan Efatra HKI di Jorlang Hataran.

Kaposekta Tanah Jawa, Kompol Anderson Sirongoringo, membenarkan telah menyerahkan satu korban anak lagi ke Dinas Sosial Kebupaten Simalungun. “Anak ini harus diamankan karena orang tua asuhnya harus menjalani proses hukum. Nanti di sana akan bersama dengan empat korban lainnya”, ujar Anderson.

Hingga saat ini, Mapolsekta Tanah Jawa akan terus melakukan pengembangan dan mengejar tersangka lainnya yang diduga terlibat dalam tindak pidana human trafficking tersebut hingga ke luar provinsi Sumatera Utara. (adi/esa)