2 Terdakwa Jambret Divonis Ringan, Alasannya Sudah Berdamai

Kedua terdakwa jambret usai menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Siantar.
Rizal/MetroSiantar
Kedua terdakwa jambret usai menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Siantar.

MetroSiantar.com-Majelis hakim dipimpin Fitra Dewi membacakan putusan terhadap kasus jambret, Kamis (10/8) sekira pukul 14.00 WIB, di Pengadilan Negeri Pematangsiantar. Dua terdakwa hanya divonis 7 bulan kurungan. Tak ayal, kedua terdakwa yakni Ivan Dohar Simanjuntak (33) dan Anggiat Simarmata (19), keduanya warga Jalan Enggang, Kelurahan Sipinggol-pinggol, Kecamatan Siantar Barat, merasa lega karena ringannya hukuman yang dijatuhkan hakim ini.

Vonis terhadap kasus yang kini makin marak di Kota Siantar ini lebih ringan satu bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Henny A Simandalahi, yang menuntut keduanya dengan hukuman 8 bulan kurungan dan dijerat pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHPidana. Mirisnya lagi, satu unit sepeda motor Honda Beat BK 5376 WAC dikembalikan kepada terdakwa Ivan Dohar Simanjuntak, dan satu tas warna coklat berisi satu handphone Vivo, uang Rp1,7 juta,  ATM dan KTP, dikembalikan kepada saksi Elvi Susanti.

Sebelumnya, kedua terdakwa menjambret, Selasa (18/4 2017) sekira pukul 19.20 WIB, di Jalan H Adam Malik, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat. Kedua terdakwa berboncengan mengendarai kreta (sepeda motor) Honda Beat BK 5376 WAC berkeliling kota. Setiba di lokasi kejadian, kedua terdakwa mendekati kreta yang ditunggangi Yeni Sasmita, dan langsung menjambret tas milik Elvi Susanti yang sedang dibonceng.

Kedua wanita itu berteriak “Rampok..rampok” sambil melakukan pengejaran. Sesampai di Jalan Menambim, kreta terdakwa menabrak sebuah kios kecil hingga keduanya terjatuh. Warga setempat mengamankan keduanya dan menyerahkan ke Polsek Siantar Barat.

Usai persidangan, JPU Henny A Simandalahi SH saat ditemui kru koran ini guna mengkonfirmasi ringannya tuntutan hukuman maupun vonis kedua terdakwa. Dengan enteng, Henny mengatakan vonis tersebut didasari adanya perdamaian antara kedua terdakwa dan saksi korban. “Sudah ada perdamaian, bang,” ujar Henny. (cr-03)