Soal Hasil Visum Murid SD Korban Kejahatan Seksual Ayahnya, Kasat dan Kanit Beda Data

Korban yang masih mengenakan seragam sekolah didampingi perwakilan Dinas Sosial dibawa ke ruang Perlindungan Anak.
GideonAritonang / MetroSiantar.
Korban yang masih mengenakan seragam sekolah didampingi perwakilan Dinas Sosial dibawa ke ruang Perlindungan Anak.

MetroSiantar.com-Tindak lanjut aduan dugaan tindak kejahatan seksual terhadap SS (11), murid kelas V SD di Siantar, berupa hasil visum, terjadi perbedaan data antara Kasat Reskrim dan Kanit PPA Polres Siantar.

Menurut Kasatreskrim AKP Restuadi, Rabu (11/10), hasil visum seorang anak berinisial SS sudah keluar.  Dari pemeriksaan dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih menyatakan, tidak ada tanda-tanda korban mengalami kekerasan seksual. Tidak terbukti SB, ayah SS, melakukan kejahatan seksual sesuai pengaduan dan keterangan korban kepada teman dan gurunya.

“Hasil (Visum) nya udah keluar, (hasilnya) negatif,”kata Restuadi saat berada di depan ruang kerjanya.

Sementara Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Herlina Damanik mengatakan, jika hasil visum anak berinisial SS belum keluar.

“Kita tidak bisa berbicara seperti itu kalau belum keluar (hasil visum). Ke arah kesana (hasilnya negatif) kita belum bisa memastikan kalau hasil visum belum keluar. Paling lambat hasilnya itu tiga hari atau seminggu,”ucap Herlina ketika ditemui di ruang kerjanya.

Dijelaskan Herlina, sampai saat ini pihak keluarga SS tidak ada yang keberatan dengan kasus yang dilaporkan ini. Walau demikian, laporan tersebut tetap diterima meskipun pihak keluarga tidak keberatan. Di dalam Undang-undang, setiap warga Negara yang melihat, mendengar dan menyaksikan tindak pidana berhak melaporkan kepada pihak yang berwajib, dalam hal ini kepolisian.

“Pihak keluarganya tidak ada yang keberatan. Tapi laporan tetap kita terima. Yang melaporkan pihak sekolah dan Dinas Sosial,”terangnya.

Herlina mengatakan jika surat hasil visum belum keluar, pihaknya tidak dapat berbuat apa apa. Sementara jika hasil visum sudah keluar, Kepolisian berhak membawa SS untuk sementara diamankan ke tempat lain. Penyidik telah meriksa beberapa orang saksi, termaksud pihak sekolah dan Dinas Sosial.

Terhadap terlapor dan nenek dari SS, secepatnya akan dilakukan pemanggilan. Pihak kepolisian akan memintai keterangan ayah dari SS yang di dalam kasus ini adalah terlapor.(cr-05/esa/ms)