Terdakwa Sindikat Perdagangan Bayi Dituntut 4, 5 Tahun Penjara

RomanisSipayung/MetroSiantar
RomanisSipayung/MetroSiantar
RomanisSipayung/MetroSiantar

MetroSiantar.com-– AFN (20), WS, dan DM, terdakwa kasus penjualan bayi masing-masing diancam 4,5 tahun penjara dan denda Rp60 juta  oleh  jaksa Nova Miranda dan Julita Nababan dalam siding di Pengadilan Negeri Simalungun, Selasa (14/11)

JPU menuntut terdakwa melanggar pasal 68 dan pasal 83 Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sementara terdakwa GM, disidangkan dalam berkas terpisah dengan tuntutan satu tahun penjara karena terbukti sebagai pembeli bayi.

Kuasa hukum para terdakwa, Dame Pandiangan SH mengatakan, pihaknya akan mengajukan pembelaan terhadap seluruh terdakwa secara tertulis.

Majelis hakim akhirnya ketua Rozianti SH didampingi dua majelis hakim anggota Justiar Ronal SH dan Melinda Aritonang SH akhinya menunda persidangan hingga minggu depan dengan agenda pembelan terdakwa.

Sebelumnya, dalam dakwaan disebutkan, AFN hamil di luar nikah. Wanita yang bekerja sebagai penjaga kafe di Parapat Girsang Sipanganbolon ini, saat hamil bertemu dengan WS. Dalam curhatannya ke WS, diketahui AFN hamil namun pacarnya tidak mau bertanggungjawab. AFN juga menyampaikan bahwa dirinya tidak mampu membiayai bayinya kelak setelah lahir. AFN berpesan kepada WS untuk mencari saudara yang nantinya mau merawat anaknya. WS pun bertemu DM dan menyampaikan soal AFN. DM kemudian menyampaikan informasi soal AFN kepada kakak iparnya ES yang selanjutnya menyampaikan informasi ke GM, keponakannya yang sudah menikah beberapa tahun tapi belum memiliki anak.

Lima hari setelah AFN melahirkan bayi laki-laki pada bulan Maret 2017, seorang wanita EL menjenguknya dan menawarkan untuk merawat bayinya. Kondiri AFN saat itu tidak memungkinkan merawat bayinya, namun AFN mengaku tidak memiliki uang untuk biaya perawatan bayinya selama di tangan EL. Namun EL tetap setuju merawat bayinya, sekaligus bertujuan untuk ‘memancing’ agar dirinya cepat hamil dan memiliki anak sendiri. Soalnya EL yang sudah memiliki suami, belum memiliki anak.

Namun setelah EL merawat bayinya, AFN menghubungi WS memberitahukan bahwa dirinya telah melahirkan bayi laki-laki. Saat AFN juga menanyakan apakah sudah mendapatkan keluarga untuk merawat bayinya. WS pun mendatangi AFN bahwa dirinya ada mengenal keluarga yang ingin merawat bayi dan bersedia untuk memberikan Rp10 juta. Bayi pun akhirnya berpindah tangan, dan GM sebagai orang yang merawat bayi bersedia menyerahkan Rp12 sebagai biaya persalinan, sesuai permintaan ES. Namun uang tersebut hanya Rp7,5 juta yang sampai ke tangan AFN, karena telah diambil WS Rp2,5 juta sebagai jasa. (ros/esa/ms)