HUT HKN ke-48 Badan KB&PP Gelar MOP/Vasektomi

(Foto: Milson Silalahi)
Walikota Sibolga saat meninjau pelaksanaan MOP/vasektomi, kemarin (22/11).

SIBOLGA - Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-48, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KB&PP) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Sibolga menggelar Medis Operasi Tri (MOP)/vasektomi, Kamis (22/11) di Puskesmas Jalan Tongkol Sibolga.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Walikota Syarfi Hutauruk yang meninjau pelaksanaan MOP/vasektomi sekaligus menandai secara simbolik pelayanan KB kepada warga Sibolga. Syarfi yang didampingi Ketua TP PKK Sibolga Ny Delmeria Harun Syarfi Hutauruk, Kadis Kesehatan M Yusuf Batubara, Kepala RSU FL Tobing Tunggul Sitanggang, Kepala Badan KB&PP Welmansen Situmorang memeriksa kesiapan Puskesmas Jalan Tongkol dalam pelaksanaan MOP/vasektomi baik peralatan, maupun tenaga medis.

Kepala Badan KB&PP Sibolga Welmansen Situmorang usai peninjauan kepada METRO mengatakan, pelaksanaan operasi dalam menekan angka kelahiran dilaksanakan rutin setiap hari di puskesmas itu. “Program kerja sama antara Badan KB&PP dan Dinkes Sibolga, mengadakan vasektomi, dengan tenaga pelayanan dari Dinkes Sibolga dengan dokter medis Ronald Sihite serta asisten Budi Hutagalung.

Dia melanjutkan, vasektomi untuk pria yang telah dilaksanakan pada warga Sibolga hingga saat ini mencapai 137 orang, dengan rincian untuk peserta tahun ini sebanyak 13 orang. Sebab kegiatan vasektomi yang dilakukan sifatnya permanen, namun dalam menyambut HKN dibuat pengoperasian secara simbolis.

“Sedangkan tubektomi untuk wanita yang telah dilaksanakan selama ini sebanyak 607 peserta, dengan rincian tahun 2012 sebanyak 57 peserta. Ini merupakan salah satu pelayanan kita di bidang kontrasepsi untuk sasaran pria yang mempunya dua pilihan cara kontrasepsi, yaitu kondom dan vasektomi,” katanya.

Dia melanjutkan, bagi peserta kontrasepsi untuk wanita ada lima pilihan. Yaitu, metode operasi wanita (MOW), spiral (IUD), susuk/implant, suntik dan pil. Yang dimaksud dengan MOW adalah tindakan medis operasi bagi wanita. Tujuan pelaksanaan ini adalah agar masyarakat ikut serta program KB untuk memberhasilkan pengaturan jarak kelahiran anak demi keluarga sehat, sejahtera dan tangguh. (son)