HUT Infanteri ke-64 Kodam I/BB Upacara Digelar di Tugu Letda Sujono

[FOTO : EKO HENDRIAWAN]
Kasdam I/BB saat pemberian piala bagi para juara peleton beranting, Rabu (18/12).

SIMALUNGUN – Kasdam I/BB Brigjen TNI I Gede Sumertha KY PSC MSC, mewakili Pangdam I/BB bertindak selaku Irup (Inspektur Upacara) pada upacara memperingati hari ulang tahun (HUT) Infanteri ke-64 Kodam I/BB tahun 2012.

Upacara digelar di lapangan Tugu Letda Sujono Bandar Betsy, Kabupaten Simalungun, dengan Komandan Upacara Letkol Inf Dwi Bagus Nugraha Dandim 0209/LB, Rabu (19/12).

Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) Kodiklat TNI AD Mayor Jenderal TNI M Nasir dalam amanatnya yang dibacakan Kasdam I/BB mengucapkan selamat Hari Infanteri dan dirgahayu Infanteri TNI AD ke-64 kepada seluruh Prajurit Korps Infanteri beserta keluarga di mana pun berada dan bertugas.

Selanjutnya Danpussenif Kodiklat TNI AD Mayor Jenderal TNI M Nasir mengatakan, mencatat sejarah pengabdian Korps Infanteri sebagai Korps terbesar di jajaran TNI AD tidak dapat dipisahkan dengan perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI.

Kemudian tumbuh dan berkembang melanjutkan pengabdiannya kepada ibu pertiwi, selalu bersama-sama dan manunggal dengan masyarakat. Cacatan penting perjuangan bangsa ditunjukkan saat menghadapi Agresi Militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948.

Peristiwa yang penuh heroisme dan syarat jiwa pengabdian diawali dengan dikeluarkannya perintah kilat Nomor 1/PB/D/1948 oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman yang intinya perintah kepada seluruh Angkatan Perang untuk meleburkan diri dalam satuan gerilya.

Dalam rangka melawan Belanda melakukan perang gerilya, sejarah telah terukir dengan tinta emas dan terus terpatri memberikan dorongan moral pengabdian bagi prajurit generasi berikutnya khususnya Korps Infanteri. Hingga peristiwa tersebut diabadikan oleh TNI AD sebagai “Hari Infanteri” yang sampai saat ini telah memasuki usia ke 64 tahun.

Di usia yang telah dijalani, banyak peran dan pengabdian satuan dan prajurit infanteri dalam mengawal dan mengamankan kehidupan berbangsa dan bernegara, baik lingkup nasional maupun internasional.

Lebih lanjut  Mayor Jenderal TNI M Nasir mengatakan, selama pengabdiannya kepada bangsa dan negara, banyak pengorbanan harta benda, keringat dan air mata serta tetesan darah, bahkan jiwa raga dari para pejuang bangsa termasuk di dalamnya prajurit infanteri.

Namun semua itu merupakan pengorbanan yang tulus, ikhlas dan tidak sia-sia, demi kepentingan dan kejayaan serta keluhuran bangsa Indonesia.

Sebagai generasi penerus Korps Infanteri, sudah seharusnya kita sampaikan rasa hormat dan penghargaan kepada seluruh Prajurit Infanteri sebagai bhayangkari negara yang telah mendedikasikan diri dan hidupnya kepada TNI AD.

Di akhir sambutannya, dia mengingatkan agar mencermati kecenderungan perkembangan lingkungan strategis global, regional dan nasional.

Dihadapkan kepada delapan kelompok ancaman keamanan bersifat faktual, yaitu keamanan Selat Malaka, terorisme, separatisme, pelanggaran wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar, bencana alam, kegiatan-kegiatan ilegal, konflik horizontal dan kelangkaan energi.

Dalam konteks mennyikapi kecenderungan perkembangan lingkungan strategis itulah TNI AD senantiasa membangun mekanisme kerja dan hubungan antar kemasyarakatan dan kelembagaan dalam rangka menegakkan kedaulatan dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. Dia senantiasa meningkatkan kualitas diri, kemampuan dan kekuatan.

Dalam kaitan tersebut, pada Peringatan Hari Infanteri ke-64, Korps Infanteri menyatakan kebulatan tekadnya yang dituangkan dalam sebuah tema yaitu “Dilandasi Semangat Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya, Kita Tingkatkan Semangat Juang dan Soliditas Prajurit Infanteri Dalam Mendukung Tugas Pokok TNI AD”.

“Kebulatan tekad hendaknya bukan menjadi jargon belaka, namun menjadi dorongan kuat bagi segenap Prajurit Infanteri sebagai prajurit terdepan dalam setiap pertempuran, guna mewujudkan Postur TNI AD yang benar-benar berjati diri sebagai Tentara Nasional, Tentara Rakyat, Tentara Pejuang dan Tentara profesional yang solid, modern, berwawasan kebangsaan, dicintai dan mencintai rakyat serta senantiasa menjaga nama dan kehormatan Infanteri dimanapu berada dan bertugas,” katanya.

Serahkan Piala dan Penyematan Sabuk
Usai pelaksanaan Upacara HUT Infanteri ke-64, Kapenrem 022/PT Mayor Caj Drs Prinaldi menjelaskan, upacara itu diawali dengan penyerahan buah kelapa untuk dibelah Kasdam I/BB oleh pasukan tradisional yang menggambarkan pasukan di zaman perjuangan, pembacaan sumpah, amanat dan ikrar Korps Infanteri dan perintah kilat Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Masih kata Mayor Caj Drs Prinaldi, pada pelaksanaan peleton beranting kali ini berhasil meraih juara satu dari Peleton inti etape IX Yonif 126/KC, juara dua etape VII Yonif 100/R dan juara tiga etape VII Yonif 100/R. Sedangkan untuk Peleton Pengantar juara satu etape II Yon Arhanudse 11/BS, juara dua etape IX Yon Armed 2/105 dan juara tiga etape VIII Yon Zipur 1/BB.

Kemudian untuk Koramil terbaik pendukung Tonting, juara satu Koramil 06/Kisaran Timur Dim 0208/As, juara kedua Koramil 06/Perdagangan Dim 0207/Sml dan juara ketiga Koramil 24/Tebingtinggi Sahbandar Dim 0204/DS.

Keluar sebagai juara umum dalam kegiatan Tonting ini Yonif 126/KC, kemudian untuk masing-masing juara diberikan tropy yang diserahkan langsung oleh Kasdam I/BB.  Selanjutnya acara dilanjutkan dengan penyematan sabuk hitam kepada karateka Dojo Amura Khusus Korem 022/PT sebanyak 50 orang dan Dojo Khusus Jajaran Kodim 50 orang.

Hadir pada upacara memperingati Hari Infanteri itu, seluruh Perwira Korps Infanteri Kodam I/BB, Para Asisten dan Staf Ahli, Kabalak Kodam I/BB, Danrem 022/PT, Danrindam I/BB, Danbrigif 7/RR, Para Dandim, Danyon, Muspida Simalungun dan Siantar, Direksi PTPN III, Menejer Kebun Bandar Betsy dan Menejer Kebun Sei Mangke serta OKP. (mag-4)

Komentar