ICMI Gelar Seminar dan Buka Puasa Bersama

Pendidikan Wajib Diutamakan

[FOTO: IST]
SEMINAR- Khoiruddin Nasution, Prof Dr, M Arif Nasution, Abdul Rosad Lubis MM dan Masra Lubis.

SIDIMPUAN- Pendidikan adalah salahsatu program pembangunan yang wajib diutamakan. Pasalnya, dengan sistem pendidikan yang baik, akan mengahsilkan anak bangsa yang cerdas, pintar, bermoral dan profesional. Namun, untuk mendukung sistem pendidikan yang terbaik, perlu dilakukan pencerahan pemikiran kepada tenaga pendidikan atau pemangku pendidikan. Khusus di Pemko Psp diharapkan membuka ruang kerjasama dengan pihak lain yang mutu pendidikannya lebih baik.

Hal ini tercetus saat pelaksanaan buka puasa bersama sekaligus seminar tentang pendidikan yang berlangsung selama sehari oleh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Se-Indonesia Daerah Kota Padangsidimpuan (Psp), Rabu (15/8) lalu di Aula MAN 2 Kota Psp. “Kita harapkan seminar ini menambah pengetahuan kita sesuai dengan motto yang kita coba terapkan yakni daripada mendengar seribu kali lebih baik melihat sekali,” tutur Ketua ICMI Sumut, Prof Dr M Arif Nasution.

Dikatakannya, didalam falsafah pendidikan di Jepang tidak sama dengan yang ada di Indonesia. Di Jepang katanya diurutan pertama adalah kesetiaan kepada Negara, kesetiaan kepada orang tua dan nenek moyang, penghormatan pada disiplin dan pengetahuan (knowledge), sedangkan di Indonesia falsafah pendidikannya adalah pengetahuan diurutan pertama kemudian disusul yang berikutnya.Dalam kesempatan tersebut Ketua ICMI Sumut ini juga menawarkan kepada anak-anak Kota Psp untuk sekolah sambil bekerja di Jepang pada perusahaan Panasonic, Sanyo dan lainnya dengan persyaratan tidak merokok, bisa berbahasa inggris dan usia maksimal 23 tahun dan untuk informasi lebih lanjut agar bisa menghubunginya.

Ketua dan Sekretaris Panitia, Pertama Yul Asmara Pane SE dan Mukhtar Helmi SPdI menuturkan bahwa seminar ini khusus untuk dunia pendidikan dengan mengangkat tema perbandingan metodologi pendidikan Jepang dengan metodologi pendidikan Indonesia.
Dengan peserta seminar selain dari ICMI Psp juga dikhususkan diikuti oleh sekitar 200-an peserta yang terdiri dari pengawas sekolah, kepala sekolah dan guru-guru dengan menghadirkan nara sumber Ketua ICMI Sumatera Utara (Sumut), Prof Dr M Arif Nasution, Ketua pakar ICMI Psp, Khoiruddin Nasution SE, Kadisdik Psp, Abdul Rosad Lubis MM dengan moderator, Masra Lubis.

Ketua Dewan Pakar ICMI Psp, H Khoiruddin Nasution SE menuturkan bahwa kegiatan ini murni untuk mendukung perkembangan kemajuan pendidikan di Kota Psp khususnya untuk menambah pengetahuan dan wawasan para pemangku pendidikan di Kota Psp dan tidak ada muatan politis apapun. “Kegiatan ini ikhlas kita lakukan tanpa ditunggangi kepentingan politik. Untuk melakukan pencerahan pemikiran kepada tenaga pendidikan atau pemangku pendidikan dan Pemko Psp diharapkan membuka ruang kerjasama dengan pemerintah jepang. Kita harapkan seminar ini menambah pengetahuan kita sesuai dengan motto yang kita coba terapkan yakni daripada mendengar seribu kali lebih baik melihat sekali,” tuturnya.

Kadisdik Psp, Abdul Rosad Lubis menyambut baik kegiatan ini dan diharapkan apa yang sudah dilakukan ICMI Psp ini bisa menjadi pendorong dan memotivasi bagi seluruh pemangku pendidikan di Kota Psp untuk meningkatkan dunia pendidikan di Kota Psp. Juga hadir dalam acara seminar sekaligus buka puasa bersama ICMI Psp ini, Ketua DPRD Psp, Aswar Syamsi Lubis, Ketua Fraksi Gabungan Nasional Bersatu DPRD Psp, Lukman Siregar  dan undangan lainnya. Usai seminar kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan buka puasa bersama di aula MAN 2 Psp.  (phn/mer)