Istri Kades Sigotom Julu Kembalikan Rp3,5 Juta

Krisnat Napitupulu

TAPUT – Istri kepala desa (Kades) Sigotom Julu, Kecamatan Pangaribuan Meyani Sormin mengembalikan uang sebesar Rp3,5 juta, pemberian suaminya Immer Tambunan yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi bantuan dana provinsi.

“Istri tersangka Immer Tambunan, Meyani Sormin telah mengembalikan uang sebesar Rp3,5 juta yang merupakan sisa dana tersebut,” kata Kanit Tipikor Polres Taput Krisnat Napitupulu, Jumat (31/5).

Sebagaimana dijelaskan tersangka, Krisnat mengutarakan, awalnya Kades Sigotom Julu melayangkan proposal ke Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Provinsi Sumatera Utara.

Kemudian, pada 17 Desember 2012, Bapemas mengucurkan dana bantuan dimaksud sebesar Rp50 juta ke rekening pemerintahan Desa Sigotom Julu. Beberapa hari kemudian, Immer Tambunan sebagai kades memindahkan uang tersebut ke rekening pribadinya tanpa sepengetahuan sekretaris desa dan bendahara desa.

“Sebanyak Rp40 juta masuk ke rekening pribadinya. Rp7,5 juta diserahkan kepada istrinya selaku ketua PKK desa Sigotom. Sedangkan Rp2,5 juta dipergunakan untuk operasional pribadinya,” papar Krisnat.

“Dari Rp7,5 juta kepada istrinya, Rp4 juta dipergunakan untuk pengadaan baju seragam anggota PKK di desanya. Dan sisanya Rp3,5 juta sudah dikembalikan ke Polres Taput, pasca suaminya ditetapkan tersangka,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Desa Sigotom Julu Juara Bakri Tambunan, mengatakan bahwa dirinya tidak pernah dilibatkan dalam penggunaan dana bantuan provinsi tersebut.

“Saya tidak ada terlibat dalam penggunaan dana itu. Saya sendiri juga mengetahui adanya bantuan itu justru dari pihak kecamatan bukan dari kades. Dan kades pun tidak pernah melakukan sosialisasi mengenai dana itu, dan melakukan meusyawatah perencanaan pembanguanan,” kata Juara sambil menambahkan bahwa dalam penyusunan proposal dirinya juga tidak pernah dilibatkan.

Juara mengaku, ia dan kades kurang berhubungan baik. “Nanti kalau saya tanyai soal dana itu, seakan-akan saya mengintervensinya,” katanya.  Meyani Sormin saat diwawancarai, tidak bersedia memberikan komentar. (cr-02/osi).

Komentar