Jalan Rusak, Pengunjung Tinggi Raja Menurun

Foto: Hardono Purba)
PENGUNJUNG: Beberapa pengunjung terlihat asyik mandi air panas di Bah Balakbak.

SILOU KAHEAN- Libur lebaran tahun ini, objek wisata pemandian air panas Tinggriraja di Nagori Dolok Marawa, Kecamatan Silou Kahean, Simalungun, cukup ramai daikunjungi, yang sebagian besar adalah kawula muda. Namun jumlah pengunjung jauh berkurang dibanding tahun sebelumnya, dan jalan rusak menuju lokasi tersebut merupakan penyebab utama. Pantauan METRO, para pengunjung terlihat mulai berdatangan sekitar pukul 11.00 WIB. Setiap hari setidaknya seratusan pengunjung memadati objek wisata yang dikenal dengan keasrian alamnya.

Penjaga parkir Maitam Purba, Rabu (22/8) mengatakan, meskipun terlihat ramai, jumlah pengunjung tahun ini berkurang dibandingkan tahun lalu. “Lebih ramai libur lebaran tahun lalu. Tahun ini pengunjung mulai berdatangan sekitar jam 11.00 WIB. Jika ditotal dari jumlah kendaraan  sejak Senin (20/8), baru  sekitar 250 sepedamotor dan 4 mobil yang datang. Dibandingkan hari libur biasa, pengunjung kali ini  memang jauh lebih ramai” ujarnya Katanya, jalan yang rusak merupakan salah satu alasan enggannya pengunjung datang ke lokasi ini. “Kerusakan jalan utama semakin parah, bahkan di beberapa tempat putus karena longsor. Beruntung ada jalan alternatif. Ditambah lagi dengan kondisi ekonomi yang lagi seret dan cuaca yang mendung membuat warga enggan untuk datang,” lanjutnya.

Salah seorang pengunjung, Sukoco (40) warga Bintang Bayu Serdang Bedagai mengaku kagum dengan panorama di Tinggirraja. Hanya dia mengeluh dengan rusaknya akses jalan dan tidak tersedianya fasilitas umum. “Kamar ganti, WC dan kantin tidak tersedia di sini. Akses jalan menuju pemandian dan bukit kapur juga perlu pembenahan. Kalau tempat ini ditata dengan baik, pasti pengunjungnya ramai karena suasana dan pemandangannya bagus buat wisata keluarga,” ujar Sukoco yang membawa istri dan 3 anaknya berlibur ke Tinggiraja.

Sekedar informasi, pemandian air panas Tinggiraja berada di Nagori Dolok Marawa, Kecamatan Silou Kahean, Simalungun. Dari kota Medan, Tinggiraja bisa dicapai dengan rute Lubuk Pakam-Bangun Purba-Marubun Lokkung. Sayangnya dari Marubun Lokkung, tempat ini hanya bisa dicapai dengan menggunakan sepedamotor karena kondisi jalan yang belum diaspal. Dari Pematangsiantar, tempat ini  bisa dicapai dengan rute Pematangsiantar-Tebing Tinggi-Dolok Masihul-Nagoridolok. Biar perjalanan nyaman dari Nagoridolok kita ambil rute via Nagoridolok. Jaraknya semakin jauh sekitar 5 km tapi jalannya lebih bagus. Mobil pun bisa lewat.

Sesampainya di Tinggiraja, pengunjung akan disuguhi panorama yang asri dan menawan. Dari tempat parkir, pengunjung bisa memilih tempat mana yang ingin dikunjungi lebih dahulu. Apakah mengunjungi bukit kapur lalu mandi di Bah Balakbak yang berair jernih, atau sebaliknya. Bukit kapur seluas 2 ha berjarak sekitar 800 meter dari tempat parkir. Ada tiga bukit di sana, masing-masing di arah selatan, timur, dan barat. Ketiganya dihubungkan oleh sebuah retakan yang seolah membelah masing-masing bukit. Retakan ini sebenarnya merupakan tempat luapan air panas. Laharnya juga beragam, mulai 10 sentimeter hingga setengah meter. Gemuruh air panas bisa didengar dari retakan-retakan yang menghubungkan ketiga bukit itu.

Di beberapa tempat air bersuhu sekitar 30 derajat celcius menggelegak dari dalam kawah-kawah bukit. Tinggi cipratan airnya hisa mencapai satu meter. Air kemudian mengalir menuruni bukit membentuk teras-teras. Warnanya dominan putih, serta variasi merah dan kuning. Saat diterpa matahari, teras-teras itu seperti salju. Sebagian air panas ini pun mengalir menuju Sungai Barakbak di sebelah timur. Menambahi beberapa sumber air panas lain yang sudah ada di pinggiran sungai.

Sungai yang berada sekitar 500 meter dari bukit kapur ini menjadi lokasi pemandian. Pemerintah Kabupaten Simalungun telah membangun sekitar 800 anak tangga guna mempermudah pengunjung turun ke batang sungai. Sambil mandi air hangat dari dalam sungai bisa memandang stalagtit yang menjuntai dari bibir jurang. Stalagtit itu terbentuk dari aliran air belerang, kemudian mengkristal dan menjuntai dari bibir jurang. (hp/ara)

Komentar