Jarang Makan Ikan Segar, Bocah Mandurung di Irigasi

[Foto: Darwis Damanik]
MANDURUNG – Anak-anak di Nagori Marubun Jaya, Tanah Jawa bersemangat mandurung ikan di saluran drainase.

Mengaku jarang mengkonsumsi ikan segar, beberapa bocah di Simpang Saropah, Nagori Marubun Jaya, Tanah Jawa, Simalungun mandurung (tangkap ikan menggunakan jaring, red) di aliran irigasi.

Andre (9) Ebit (8) dan Ando (8) beserta beberapa anak-anak lainnya beramai-ramai masuk ke saluran irigasi yang terlihat kotor. Dengan bermodalkan sebuah jaring penangkap ikan, Andre dan teman-temannya perlahan memasukkan tangannya ke lobang yang ada di dalam air.

Berharap mendapatkan ikan, bocah-bocah yang rata-rata masih duduk dibangku SD itu menyusuri aliran irigasi. Meski tidak mengenakan pakaian, bocah laki-laki itu tidak malu dan justru bersemangat mencari ikan. ”Usir dari sana, biar masuk ikannya ke dalam durung ini,” ujar Andre selaku pimpinan tertinggi para bocah tersebut.

Meski berulang kali mendapat ikan pembersih kaca, anak-anak bangsa itu tetap bersemangat sembari berharap mendapatkan ikan gabus yang merupakan ekosistem terbanyak di saluran irigasi tersebut.

Setelah beberapa menit METRO memantau tingkah laku para bocah yang penuh semangat itu, METRO mencoba mendekati. Benar saja, para bocah tersebut juga tampak tidak malu bahkan tidak takut melihat orang yang tak mereka kenal.

Ketika ditanya mengenai alasan mereka mencari ikan di irigasi tersebut, para bocah itu mengaku karena sangat ingin makan ikan yang segar. ”Kalau ada ikan didapat, kami akan bawa ke rumah biar digoreng sama mamak (ibu, red) kami bang,” ujar Ebit yang turut diaminkan temannya yang lain.

Disinggung mengenai makanan sehari-hari mereka, para bocah tersebut mengaku sering mengkonsumsi ikan. Namun, nikmatnya ikan yang diperoleh langsung dari irigasi itu lebih segar mengalahkan ikan yang sering dimasak orangtua mereka.

”Ikan yang kami dapat, kalau dimasak rasanya enak dan wangi bang. Pokoknya enak kalilah,” pungkas mereka sembari mengatakan bahwa orangtua mereka tidak pernah melarang ke giatan yang mereka lakukan itu.

Seorang warga sering melihat ke giatan bocah-bocah ini, Dedi (27) mengatakan, mereka sudah sering mencari ikan seperti itu. Namun entah apa tujuan mereka, dia sendiri tidak tahu.

Hal yang sama juga dikatakan Marta (32) yang mengaku bahwa para bocah itu sering melakukan hal itu meski hujan turun. ”Walau hujan, mereka tetap mencari ikan di saluran irigasi bang. Jika sudah sore tiba, mereka baru pulang. Kadang dapatan, kadang tidak,” jelasnya. (***)