Jelang Satu Abad Pondok Pesantren Musthafawiyah

Dijadwalkan Dihadiri 3 Menteri

Pondok Pesantren Musthafawiyah.

MADINA – Menjelang peringatan satu abad Musthafawiyah di desa Urba Baru, kecamatan Lembah Sorik Merapi, kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang berdiri sejak 1912 lalu hingga kini 2012, para alumni pondok pesantren yang telah banyak melahirkan ulama-ulama besar itu berharap agar Musthafawiyah tetap eksis. Kemudian terus melahirkan ulama-ulama dan generasi muda yang religius, berakhlakul karimah, serta menguasai ilmu umum.

Salah seorang alumni Musthafawiyah, Khairul Andi Nasution SPdI, Minggu (11/11) kepada METRO mengatakan, di usia seratus tahun itu Pontren Musthafawiyah, sudah banyak berjasa bagi bangsa, khususya di bidang agama. Pontren yang didirikan oleh Syaikh Musthafa Husein itu pada tahun 2012 sudah menamatkan puluhan ribu santri yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi ulama dan tokoh agama yang menyebar di penjuru dunia, terutama di negara Timur Tengah. Dan tak sedikit yang sudah menjadi pemimpin dan kepala daerah serta membaur dengan segala jenis profesi, baik akademis, militer, Polri, pengusaha, dan sebagainya.

”Itu membuktikan bahwa Pontren Musthafawiyah memiliki peran penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama bagi pembinaan generasi muda yang berakhlakul karimah,” ucap Andi.

Andi yang juga mantan Presiden Mahasiswa di salah satu Sekolah Tinggi itu mengajak semua para alumni Musthafawiyah agar turut menghadiri tasyakur berupa zikir akbar dan doa bersama yang akan dihadiri ulama-ulama besar, tokoh-tokoh agama, baik dari dalam negeri maupun dari Timur Tengah.

”Sebagai alumni, kami mengajak semua alumnus agar sama-sama menghadiri rangkaian kegiatan yang tinggal sebulan lagi. Ini adalah acara kita bersama dengan seluruh masyarakat simpatisan Pontren Musthafawiyah dari mana saja berada,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Peringatan satu abad Musthafawiyah, DR Maratua Simanjuntak saat berkunjung ke Madina mengatakan, rangkaian kegiatan menyambut satu abad usia Musthafawiyah telah dimulai sejak awal tahun 2012 ini. Kegiatan berupa seminar, silaturahmi dengan sesama alumni dan simpatisan Musthafawiyah yang menurut Maratua ada di seluruh Nusantara, dan juga berbagai kegiatan lainnya.

”Pada kegiatan puncak nantinya akan dihadiri  3 Menteri,” ucap Maratua yang juga ketua umum Forum Komunikasi Umat Beragama Provinsi Sumatera Utara belum lama ini.

Ketiga Menteri tersebut adalah Mendikbud, Prof Muhammad Nuh, Menteri Agama Surya Dharma Ali. Keduanya hadir di hari yang bersamaan yaitu pada tanggal 11 Desember, sedangkan Menko Kesra Agung Laksono bersama forum komunikasi pimpinan daerah di Sumut hadir pada acara puncak yaitu pada tanggal 12 Desember 2012. Dan sebelumnya pada tanggal 10 Desember hadir memberikan tausiyah agama yakni Ketua Umum PB NU Prof DR Said Akil Sirodj bersama ulama dari Timur Tengah.

”Pak Menteri Agama dan Mendikbud akan menyampaikan pidato berthema Pesantren sebagai pembinaan akhlak bangsa dan perlunya peningkatan pendidikan di Pesantren. Kami berharap para alumni dan simpatisa turut menghadiri rangkaian kegiatan yang sudah kami jadwalkan itu,” pungkasnya.(wan)

Komentar