Kabel Ditimpa Pohon, Listrik Padam 24 Jam

[Foto: Roy Siregar]
TUMBANG: Derasnya hujan Jumat sore (5/4) menyebabkan pohon di Jalinsum Pahae, Taput, tumbang dan menimpa kabel listrik. Kondisi ini menyebabkan listrik di Dusun Laporen, Desa Parsaoran Samosir, Kecamatan Pahaejae, padam hingga Sabtu (6/4).

LUATPAHAE – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Tapanuli Utara, Jumat (5/4) sekira pukul 19.00 WIB menyebabkan listrik di Dusun Laporan, Desa Parsaoran Samosir, Kecamatan Pahaejae, padam 24 jam.

Padamnya listrik akibat pohon di Jalinsum Pahae tumbang. Pohon yang berada persis di pinggir jalinsum itu menimpa kabel induk jaringan listrik milik PT PLN Cabang Sibolga.  “Sejak Jumat (5/4) hingga Sabtu (6/4) sore, listrik di daerah ini padam. Hal itu diakibatkan kabel induk listrik di Jalinsum Pahae ditimpa pohon. Sekitar Sabtu sore, pukul 16.00WIB listrik baru hidup,” kata P Sianturi (35) dan B Siburian (55), warga Dusun Laporan, Desa Parsaoran Samosir, Kecamatan Pahaejae, Taput.

Saat kejadian, keduanya mengaku terkejut begitu mendengar suara letusan yang berasal dari tiang listrik. Tak berapa lama kemudian, tiba-tiba listrik di daerah itu padam. “Begitu ada suara letusan, listrik pun tiba-tiba padam. Apalagi saat itu hujan deras disertai angin sangat kencang. Masyarakat jadi takut ke luar rumah,” ujar Sianturi.

Padamnya listrik membuat daerah mereka gelap gulita. Kondisi itu membuat sebagian besar masyarakat di sana memanfaatkan lampu teplok dan lilin sebagai alat penerang. “Padamnya listrik berlangsung hingga Sabtu sore. Sekitar pukul 16.00 Wib baru hidup kembali,” tandasnya.

Karena cuaca sejak malam hingga pagi tidak mendukung, daerah tempat tumbangnya pohon sempat macet. Sebab, sebagian ranting pohon yang tumbang ke jalan membuat kendaraan tidak bisa lewat.

Namun kondisi itu tidak berlangsung lama. Masyarakat sekitar langsung berinisiatif melakukan penebangan dengan cara bergotong royong.“Sabtu pagi, jalan ini sempat macet. Tapi hal itu tak berlangsung lama. Sebab, warga langsung menebang kayu agar kendaraan bisa lewat. Sementara listrik masih tetap padam, karena pihak PLN belum ada yang turun ke lapangan,” timpal B Siburian.

Diakuinya, padamnya listrik di daerah itu bukan pertama kali. “Bisa dibilang sering lah. Tetapi bukan karena pemadaman dari PLN, melainkan jaringan listrik terganggu akibat ranting-ranting pohon yang berada di sepanjang jalan dan mengenai kabel listrik,” ucapnya.

Guna menghindari adanya pemadaman akibat gangguan jaringan, masyarakat berharap agar pihak PLN rajin melakukan pemeliharaan dengan menebang ranting pohon yang mengenai kabel listrik.“Harapan kita sih seperti itu.

Kasihan masyarakat kalau listrik sering padam. Kita kan selalu bayar tiap bulannya. Apalagi kalau listrik sering padam, selain peralatan rumah tangga cepat rusak, pembayaran juga bisa meledak akibat saat pemadaman dan hidup secara tiba-tiba,” pungkasnya. (roy/des)