Kabel Listrik Nyaris Sentuh Badan Jalan

[Foto: Dok]
Salah satu kabel listriknya nyaris tersentuh yang berada di Jalan Teratai, Nagori Pematang Simalungun.

SIMALUNGUN – Kabel listik tegangan tinggi di Jalan Teratai, Nagori Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar nyaris menyentuh badan jalan. Padahal kondisi kabel milik PLN itu masih bertegangan dan memiliki arus tinggi, sehingga mengancam keselamatan warga yang melintas.

Salah seorang warga yang bermukim tidak jauh dari lokasi itu, Mika br Silaen (40), menyebutkan bahwa kondisi kabel yang nyaris mengenai badan jalan itu sudah berlangsung sekitar sebulan. “Sudah sekitar sebulan kabel itu hampir mengenai badan jalan, tapi sampai sekarang masih belum ada perbaikan dari pihak PLN,” ujarnya.

Dia menerangkan, rendahnya kabel tersebut dapat mengakibatkan kejadian fatal seperti yang di kabarkan koran beberapa waktu silam, seorang pengemudi tewas tersengat arus listrik karena rendahnya kabel listrik di bahu jalan.

”Kendala bagi warga sekitarnya bukan hanya itu saja. Pengaruh rendahnya kabel tersebut, juga membuat kami harus menderita kegelapan pada malam hari, karena sering terjadi pemadaman, atau listrik padam dengan tiba-tiba, terlebih bila hujan turun,” ungkapnya. (mua/osi)

 

APA KATA MEREKA!!!

  • Jangan Dianggap Sepele

Melihat kondisi kabel yang nyaris mengenai badan jalan sudah terjadi hampir sebulan lebih ini jangan dianggap sepele. Padahal itu sangat mengancam masyarakat, apalagi bertegangan tinggi. (mua)
Frans, Karyawan

  • PLN Harus Memberikan Kenyamanan

PLN harus memberikan kenyamanan masyarakat. Sebaiknya pihak PLN harus tanggap melihat kondisi kabel yang nyaris menyentuh badan jalan itu. Jangan sampai menunggu korban, baru pihak PLN memperbaikinya. Selain itu, keluhan masyarakat juga harus didengarkan demi menjalin kerjasama untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan. (Dhev)
Ferika, Mahasiswi

  • Segeralah Diperbaiki

Pihak PLN supaya segeralah memperbaiki kabel listrik yang nyaris mengenai badan jalan itu. Sebab itu sangat mengancam keselamatan. Terutama anak-anak yang senang bermain-main. Mereka pikir kabel itu sudah tidak memiliki tegangan, ternyata masih bertegangan dan mengancam nyawa. (mua)
Nining, Mahasiswi