Kades Sigotom Julu Diselkan

[Bernard]
Kepala desa Sigotom Julu Immer Tambunan saat diperiksa di unit Tipikor Polres Taput.

TAPUT – Setelah diperiksa 1 kali 24 jam di unit Tipikor Polres Taput, Kepala Desa (Kades) Sigotom Julu, Kecamatan Pangaribuan Immer Tambunan dijebloskan ke dalam sel tahanan, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan provinsi sebesar Rp50 juta. Dari rekening pribadi Immer Tambunan, petugas menyita Rp40 juta dan ditetapkan sebagai barang bukti.

Demikian diungkapkan Kanit Tipikor Polres Taput Ipda Krisnat Napitupulu dalam siaran persnya, Kamis (30/5).

“Kades Sigotom Julu Immer Tambunan ditetapkan sebagai tersangka bansos tahun anggaran 2012 yang bersumber dari dana bantuan keuangan Provinsi Sumatera Utara. Dan tersangka telah dimasukkan ke dalam sel. Dia (Immer) ditetapkan melakukan perbuatan melawan hukum menyangkut bantuan senilai Rp50 juta,” katanya.

Hasil pemeriksaan, lanjut Krisnat, Immer mengakui bahwa sebagaian dana tersebut senilai Rp40 juta disimpannya di dalam rekening pribadinya.  “Kita sudah menyita Rp40 juta dari rekening pribadi tersangka,” ungkap kanit.

Masih kata kanit, Immer tidak pernah melaksanakan musyawarah desa sebagaimana ditetapkan dalam peraturan desa tentang anggaran pendapatan belanja desa yang harusnya melibatkan perangkat desa lainnya.

“Tersangka membuat peratusan desa sendiri. Bahkan melakukan penarikan dana tanpa sepengetahuan perangkat desa, seperti sekretaris desa, bendahara desa dan tim pelaksana kegiatan,” terangnya.

“Sampai ditetapkan dirinya sebagai tersangka, tidak pernah membuat laporan berkala dan laporan akhir pelaksanaan kegiatan desa termasuk laporan pertanggungjawaban keuangan.

Seharusnya pemanfaatan dana bantuan itu diperuntukan untuk pembangunan desa sesuai musyawarah. Antara lain, untuk pembangunan jalan yang sifatnya bermanfaat untuk masyarakat,” paparnya.

Kasubag Humas Taput Aipda W Baringbing menambahkan, penerima bantuan keuangan Provinsi Sumut tahun anggaran 2012 di Taput sebanyak 38 desa. Besar bantuan yang diberikan Rp50 juta per desa.

“Penerima dana bantuan di Taput ada 38 desa. Uangnya langsung dikirim ke rekening para kades. Karenya, jika ada oknum kades yang menyelewengkan dana bantuan tersebut, akan diusut sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Immer saat dimintai keterangan, enggan berkomentar. (cr-01/osi)

Komentar