Kakek Hamili Cucu Kandung

Disetubuhi Mulai SD Sampai SMP

SIMALUNGUN – Sebut saja namanya Bunga. Usianya masih 13 tahun. Dia dicabuli kakek kandungnya, berinisial KH (60), hingga hamil. Perbuatan itu dilakukan tersangka di Nagori Mariah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Simalungun.

Kasus tersebut terungkap, Rabu (27/3), setelah pihak keluarga membuat pengaduan ke Polsek Tanah Jawa. Menurut Anto (31) paman korban, saat ini Bunga berstatus siswi di salah satu SMP di Tanah Jawa. Dia tinggal bersama kakek kandungnya setelah kedua orangtuanya menitipkan gadis itu sejak berusia tiga tahun. Sejak itu pula, ia menjadi tanggungan kakeknya.

Melihat perkembangan tubuh Bunga hari per hari, warga sekitar curiga.  “Sudah bau tanah, tapi tingkahnya semakin menjadi-jadi. Cucunya sendiri saja diembat juga,” kata Anto geram Kali pertama, KH merenggut kegadisan Bunga ketika ia duduk kelas empat SD, yakni sekitar tahun 2009.

Saat itu, istri KH yang juga nenek Bunga tidak berada di rumah. Perbuatan terkutuk itu terulang saat Bunga kelas enam SD. KH mencabuli Bunga di rumah, saat istrinya pergi ke pesta.

Terakhir, Januari lalu, KH mengajak Bunga menjaga burung di ladang supaya tanaman padi tidak dimakan burung. Tergiur tubuh molek Bunga, KH mengulangi aksinya di gubuk persawahan setelah selesai bekerja di ladang. Akibat perbuatan itu, Bunga hamil.

Warga sekitar terus-menerus memerhatikan tubuh Bunga yang setiap harinya terlihat lemas. Warga semakin curiga melihat Bunga yang berbeda dari hari biasanya, dan terlihat lebih gemuk.
Setelah Bunga mengakui perbuatan yang dilakukan kakek kandungnya, salah seorang warga langsung memberitahu pihak keluarga lainnya dan pangulu nagori.

Pangulu Nagori Marjandi Jonli Saragih mengatakan, perbuatan yang dilakukan KH sangat memalukan. Katanya, perbuatan itu dilakukan KH kepada Bunga sejak cucunya itu berusia sembilan tahun.

Kata Jonli, sejak merenggut kegadisan Bunga dan beberapa kali menyetubuhinya, KH selalu mengancam cucunya itu dengan mengatakan tidak akan membiayai sekolahnya dan akan diusir dari rumah, jika hal tersebut diberitahu kepada istrinya.

“Kami sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib. Saya menyarankan kepada warga setempat untuk tidak berbuat onar di perkampungan tersebut,” katanya kepada METRO.

Sementara itu, KH telah melarikan diri ke Pekanbaru, Riau. Sedangkan Bunga sudah dibawa ibunya ke Batam karena takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Serta tidak menjadi bahan pembicaraan warga  setempat.

Kapolsek Tanah Jawa Kompol Borotan Siallagan membenarkan adanya pencabulan anak di bawah umur. Pihaknya masih intensif mengembangkan penyelidikan atas dugaan laporan cabul tersebut. (mag-06)