Karateka Inkanas Lanal Sibolga

Runner Up Kejuaraan O2SN Pelajar Sibolga

SIBOLGA – Sebanyak tiga atlet karateka Inkanas cabang Sibolga di bawah binaan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Sibolga Letkol Laut (P) Ivan Gatot Prijanto berhasil menjadi runner up kejuaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) pelajar Sibolga di SMPN 1 Sibolga, Rabu (29/5).

“Ketiga atlet itu yakni Lady pelajar SMAN 3, Alwin pelajar SMKN 1 dan Darius pelajar SMAN 1 berhasil menduduki peringkat 2 Kata Perorangan Putri, juara 2 Kata Perorangan Putra dan Harapan 1 Kata Perorangan Putra,” kata Senpai Doy selaku pelatih Inkanas Karate-Do Cabang Sibolga kepada METRO, Kamis (30/5) di Sibolga.

Menurut pria yang juga personel TNI AL di Sibolga ini, pihaknya cukup bangga dengan hasil yang dicapai para atlet Inkanas Sibolga. Sebab hal itu masih bisa dicapai meskipun masa persiapan yang dilakukan sangat singkat atau terbatas.

“Waktu kita hanya satu minggu mempersiapkan atlet mengikuti Kejuaraan O2SN pelajar Sibolga tersebut, sebab Inkanas Cabang Sibolga lebih memfokuskan diri menghadapi ujian kenaikan tingkat semester I di tahun 2013.

Kita juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Ivan Gatot Prijanto selaku pembina Institut Karate-do Nasional (Inkanas) Cabang Sibolga yang selalu memberikan dukungan moril kepada seluruh atlet,” tukasnya seraya mengatakan, prestasi ini dapat diraih juga tidak terlepas dari tekad dan semangat para atlet yang mengikuti kejuaraan.

Pada kesempatan itu, Senpai Doy juga mengatakan, Kata (jurus) yang ditampilkan oleh Inkanas Sibolga merupakan bentuk orisinil dari Kata aliran Shotokan yang berkiblat pada Master Hirozaku Kanazawa selaku pendiri SKIF (Shotokan Karate International Federation) yang juga murid langsung dari Master Gichin Funakoshi pendiri Shotokan Karate-Do.

“Jadi, Inkanas yang jelas aliran Shotokan sangat memahami seluk beluk 25 Kata Shotokan yang merupakan ciri khasnya. Sebab saat ini begitu banyak perguruan karate yang mengaku aliran Shotokan, namun bila ditelusuri jejak rekam sejarahnya tidak murni aliran Shotokan,” tandasnya. (tob)