Kena Sinar X Tangan Keluarga Pasien Membiru

SIANTAR – Tangan kiri Debora Silitonga (27), warga Jalan Marimbun, Kelurahan Martimbang, Siantar Selatan membiru dan seperti kena strum setelah terkena radiasi ketika memindahkan tangan abang iparnya Lorensius Siahaan (48) untuk difoto atau dirontgen di Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih, Senin (15/10) pukul 11.00 WIB.

Seperti diterangkan Debora kepada METRO saat berada di kamar 4A VIB B, kejadian itu bermula saat ia hendak membawa abang iparnya Lorensius Siahaan untuk difoto atau dirontgen pukul 09.00 WIB. Saat berada di depan ruang rontgen mereka belum dipersilahkan masuk oleh petugas walau mereka duluan yang tiba. “Malah yang belakangan datang yang lebih dulu dirontgen. Memang abang iparku ini ada luka di bagian kakinya. Dan bahkan saat di luar baju abang iparku disuru dibuka, padahal yang lainnya tidak,” ujarnya.

Sekitar satu jam kemudian, mereka dipersilahkan masuk dan kemudian abang iparnya ditidurkan untuk dirontgen. Dan saat itu, Debora pun disuruh membuka baju abang iparnya yang hendak dirontgen.  “Tapi saat menggeser tempat tidurnya pake kaki dibuat supaya pas arah sinarnya, kan bisa pakai kaki. Namun karena merasa jijik kakinya yang dibuat menggeser,” kata Debora lagi mengingat tindakan petugasnya yang arogan.

Petugas yang hendak merontgen kemudian menyuruh supaya petugas yang lain menjauh supaya tidak kena sinar x. Sementara Debora pun disuruh petugas untuk memindahkan tangan pasien supaya tidak terhalang untuk merontgennya. Namun saat memindahkan tangan si pasien, tiba-tiba rontgen pun diambil, sehingga tangan kiri Debora terkena sinar x yang membuat Debora heran karena seperti disengaja oleh medisnya.  “Memang tangan abang iparku itu agak susah dipindahkan dari atas perutnya. Tapi kenapa saat aka memindahkannya tiba-tiba diambil rontgennya,” katanya lagi.

Usai diambil rontgen, petugas pun menyuruh supaya baju pasein dikenakan di luar. Padahal pasein yang lain memakai baju di dalam ruangan.  Setelah Debora mengantar abang iparnya ke ruang inap 4A VIP B, Debora yang sudah kesal kemudian mendatangi petugas dan kemudian marah terhadap petugas yang melakukan pelayanan yang tidak baik bahkan tangannya terkena sinar x.

Namun petugasnya malah mengatakan, tidak ada yang salah atas bentuk pelayanan yang diberikannya, Debora menegaskan kepada petugas bahwa apabila tangannya terkena masalah karena sinar x maka petugasnya harus bertanggungjawab dan kemudian Debora pun kembali ke ruangan.

Namun beberapa jam kemudian, sekitar pukul 13.00 WIB, Debora merasakan bahwa tangan kirinya seperti kena strum. Bahkan urat-uratnya seperti membiru. Selain itu untuk dikepalkan pun sangat sulit. “Ini yang tadi kutakutkan karena sinar x itu. Tanganku jadi sakit. Bahkan jari-jariku sulit untuk ku gerakkan,” ujarnya.

Dikatakan bahwa dia akan menuntut pihak rumah sakit dan harus bertanggungjawab atas petugas yang sengaja merontgen, sehingga mengenai tangannya.  Dijelaskan, mereka datang ke rumah sakit pada Senin (15/10) pukul 00.30 WIB karena abang iparnya kesakitan. Sementara itu, bagian yang hendak di rontgen adalah bagian dada karena ada sesak.

Kemudian METRO mengkonfirmasi ke pihak Rumah Sakit Umum Djasamen, lewat telepon Humas dr Andri Rangkuti mengatakan, pihaknya akan menindaklanjutinya. “Besok pagi saya akan sampaikan ke Manajemen rumah sakit agar ditindaklanjuti,” ujarnya. (pra)