AKP Daniel Artasasta Tambunan SH SIK: Tentukan Masa Depanmu Sendiri

AKP Daniel Artasasta Tambunan SH SIK
MetroSiantar.com
AKP Daniel Artasasta Tambunan SH SIK

MetroSiantar.com – Menjabat Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) diusianya yang ke-29 tahun, merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus disyukuri Daniel Artasasta Tambunan.

Polsek Perdagangan dengan wilayah hukum empat kecamatan, merupakan tugas dan tanggungjawab yang diemban alumni SMA Budi Mulia Pematangsiantar Tahun 2005 ini.

Tak mudah untuk memperoleh kepercayaan dari pimpinan, dibutuhkan kinerja nyata dan kualitas. Proses rekruitmen jabatan terbuka atau assessment fit and proper test, yang diberlakukan di jajaran Polda Sumatera Utara, membuat persaingan untuk mendapatkan jabatan sangat ketat.

Calon pemimpin harus mampu menunjukkan kemampuannya dengan cara memaparkan strategi dan inovasi kreatif. Ternyata pemaparannya mendapatkan apresiasi positif sehingga mendapat nilai dan rangking teratas dari belasan orang kandidat lainnya yang mengajukan diri menjadi Kapolsek Perdagangan.

Dua tahun dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP), jabatan Kapolsek pun diraihnya.

Baca: Personel Polsek Perdagangan Latihan SAR

Deretan pengabdian dan dedikasi sebagai seorang prajurit kepolisian yang tanpa merasa lelah, menjadi salah satu pertimbangan.

Semua dijalani dan dilaluinya dengan ikhlas dan sabar oleh jebolan Akademi Kepolisian Tahun 2009 ini.

Karir Daniel setelah lulus Akpol, diawali di Markas Korps Komando Brimob Kelapa Dua Depok. Dari sinilah perjalanan kariernya sebagai personel pasukan khusus Polri dimulai. Sederet tugas telah diembannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah-wilayah konflik di Republik Indonesia.

Selama di Korps Brimob, Daniel sudah menjalani penugasan seperti; ke Puncak Jaya Papua, Timika Papua, Poso Sulawesi Tengah, Bulu Kumba Sulawesi Selatan, Bima Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Buol di Sulawesi Tengah, dan Mesuji Lampung. Semua tugas tersebut berhasil dilaluinya dengan kesabaran dan keikhlasan serta pengabdiannya kepada bangsa Indonesia, walaupun harus berpisah dengan keluarga dalam waktu yang relatif lama dan bahkan harus mempertaruhkan nyawa.

Akhirnya, setelah mengabdi dalam tugas-tugas tersebut, sekitar tahun 2015, Daniel berkesempatan untuk mengikuti pendidikan lanjutan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Setelah selesai menjalani pendidikan tersebut, dia ditempatkan di Mapolda Sumatera Utara hingga akhirnya dipercaya untuk menjabat sebagai Kapolsek Perdagangan.

Baca: Bangun Sinergitas, Polsek Perdagangan Gelar Olahraga Bersama Forkopimca Bandar

Lulus dari SMA Budi Mulia Pematangsiantar jurusan IPA, Daniel muda mengikuti test ujian dan diterima di Fakultas Hubungan Internasional Universitas Gajah Mada (UGM) dan sekaligus mengikuti test menjadi Taruna Akademi Kepolisian (AKPOL).

Kebingungan sempat dirasakan pada waktu itu, saat dirinya dinyatakan lulus di kedua bidang tersebut bersamaan. Namun saat itu, ibunda memberikan nasehat dan bimbingan buatnya, dan akhirnya dia memilih untuk masuk menjadi Taruna Akpol, ternyata ibunda yang lebih mengikhlaskan dirinya untuk mengabdi untuk Negara, membawanya kepada suatu hal yang sangat luar biasa.

“Saya punya pesan kepada adik-adik saya yang masih duduk di bangku sekolah, terutama yang bingung menentukan arah. Ingatlah bahwa masa depan ada dalam genggaman tangan sendiri. Semua tergantung bagaimana cara kita untuk mengejar impian itu.

Dunia kita saat ini dihadapkan dengan godaan berbagai bentuk,”kata Daniel.

Pria kelahiran 19 November 1987 ini menambahkan, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini cukup banyak, terutama pengaruh buruk penyalahgunaan narkoba.

“Jangan hancurkan masa depanmu hanya oleh kesenangan sesaat. Manfaatkan teknologi yang sudah serba canggih untuk meningkatkan nilai saing bangsa kita ini di kancah internasional,” ujar Daniel. (adi/esa)