Batu Lubang, Saksi Kekejaman Kolonial

Foto para pejabat Hindia Belanda di Batu Lubang, yang dibangun dengan mengorbankan banyak nyawa rakyat Tapanuli.
Istimewa
Foto para pejabat Hindia Belanda di Batu Lubang, yang dibangun dengan mengorbankan banyak nyawa rakyat Tapanuli.

MetroSiantar.com – Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) memiliki sebuah peninggalan situs sejarah perjuangan saat zaman kolonial, yakni jalan terowongan yang disebut Batu Lubang.

Lokasi terowongan ini terletak di Jalinsum Tarutung-Sibolga Km 8, Dusun Simaninggir, Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah (Tapteng) atau sekitar 15 menit perjalanan dari pusat Kota Sibolga atau sekitar 18 Km dari pusat Kota Pandan.

Diketahui, Jalinsum Sibolga-Tarutung memiliki panjang 66 km, dikenal sebagai satu-satunya jalan unik di dunia dengan jumlah kelokan sekitar 1.200 atau dengan kata lain, sepanjang perjalanan dari dan kedua daerah itu, akan dihadapkan dengan kondisi jalan yang berkelok.

Dan, di tempat inilah letak Batu Lubang tersebut yang menyimpan cerita sejarah, dimana cerita tersebut bisa ditemukan di dinding bukit sekitar bangunan yang berukuran paling besar yang ada di kawasan itu.

Di dinding bukit tersebut ada sebuah ornamen yang sengaja dibangun dari semen yang menceritakan tentang sejarah pembangunan Batu Lubang.

Namun tidak banyak cerita pasti mengenai tahun dan lama pengerjaan Batu Lubang. Bahkan tahun pembuatannya ada yang menyebutkan tahun 1930 serta tahun 1900.