Iwan Bidu Sirait, Peraih Medali Emas Cabang Karate SEA Games! Janji Menang Sama Orangtua, Supaya Tak Disuruh Merantau ke Kalimantan

Iwan Bidu Sirait bersama ASN Pemkab Tobasa.
Iwan Bidu Sirait bersama ASN Pemkab Tobasa.

MetroSiantar.com-Wajah Binsar Sirait (56) dan Rosmaya br Hasibuan (58) tampak sumringah. Jelas saja, satu dari 7 anak mereka berhasil mengharumkan nama bangsa, yakni Iwan Bidu Sirait, peraih medali emas cabang karate di SEA Games ke-29 Kuala Lumpur, Malaysia.

Kepada New Tapanuli (group MetroSiantar), Selasa (29/8), orangtua Iwan mengatakan bahwa keberhasilan itu bisa dicapai oleh Iwan karena keseriusan berlatih yang ia tekuni sejak duduk di bangku SMP.

“Masuk Karate sejak SMP di Porsea. Kemudian terus berlatih hingga tamat STMN 1 Balige,” tutur Binsar Sirait.

Rosmaya, ibunda Iwan mengaku bahwa keluarga itu saat ini sangat bahagia dengan keberhasilan anaknya membawa nama baik Indonesia, meski hal itu tidak pernah terpikirkan kedua orangtuanya.

“Enggak nyangka kami. Tapi, puji Tuhan, semua doa-doa kami terjawab,” katanya.

Rosmaya berkisah, karir Iwan di dunia olahraga mulai muncul setelah tamat SMA. Tak pernah terpikirkan oleh keluarga itu bahwa Iwan mampu memberikan kebanggan kepada mereka.

“Kondisi perekonomian kami pas-pasan. Jadi, setelah dia (Iwan) tamat STM, kami minta dia pergi merantau ke Kalimantan, sama seperti abang dan kakaknya. Sebab, untuk menguliahkannya, tidak mungkin. Saat itu, Iwan memang tidak menolak,” katanya.

Dijelaskan, meski Iwan tidak menolak, namun Iwan memberi tawaran kepada kedua orangtuanya.

“Kami suruh merantau, dia mau. Tapi katanya, ‘janji ya ma, kalau aku menang kejuaraan di Medan, aku tidak jadi ke Kalimantan’. Kami iya kan. Eh ternyata Iwan berhasil meraih juara,” jelasnya.

Atas keberhasilan itu, kedua orangtunaya menepati janji. Iwan diperbolehkan tinggal di kampung untuk terus berlatih hingga berhasil meraih sejumlah prestasi.

Bakat olah raga, khususnya beladiri, yang dimiliki Iwan, ternyata turun dari ayahnya, Binsar Sirait.

Menurut Binsar, meski tidak begitu serius, namun dia mengaku menyukai olahraga beladiri. Bahkan, sempat berlatih kungfu.

“Dulu saya sempat belajar kungfu. Tapi hanya begitu-begitu saja, tidak begitu serius,” katanya.

Binsar mengakui, selain Iwan, anaknya paling kecil bernama Gopindo Sirait saat ini juga menekuni olah raga bela diri, sama seperti Iwan. Dan, hanya mereka berdua (Iwan dan adiknya) dari keluarga itu yang berbakat di beladiri.

Keberhasilan Iwan tak diraih begitu saja. Namun, ketekunan berlatih menjadi modal utama hingga mampu menganugerahkan dua medali untuk Indonesia.

“Kuncinya, tekun berlatih,” tutur Dewan Pembina KKI Cabang Tobasa Binahar Napitupulu yang juga diakui pelatih Wandi Sihombing saat peresmian Pantai Sunset Beach Tambunan di Balige, Selasa (29/8).

Diakuinya, Iwan kembali mengharumkan nama baik KKI Cababg Tobasa setelah sejumlah atlet lainnya.

“Untuk tingkat nasional, ada belasan atlet dari KKI Tobasa yang telah meraih sukses. Selain itu, Doni Dermawan, siswa kita juga pernah meraih juara 3 dunia pada 2007 lalu,” katanya.

Binahar yang merupakan perintis KKI Tobasa sejak berdiri tahun 1997 itu mengakui bahwa prestasi yang mereka raih menjadi motivasi terbesar untuk terus mengembangkan KKI di daerah itu.

“KKI di Tobasa berdiri sejak tahun 1997. Saya sebagai ketua hingga 2013. Kemudian dilanjutkan H Siregar. Dan, saat ini Prada Situmorang,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Binahar berharap kepada pemerintah untuk lebih memberikan perhatian untuk pengembangan atlet di daerah itu.

“Kami harapkan, ke depan semoga perhatian bupati lebih baik, khususnya untuk KKI Tobasa. Dan, kami pengrus KKI Tobasa yang diketuai Prada Situmorang, Wandi Sihombing, Biduan Siahaan, Sabar Siagian, Bona Nainggolan dan pengurus lainnya, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Tobasa dan KONI Tobasa yang turut mendukung,” tandasnya. (fr/ara/nt/ms)