Membangun Karakter Melalui Pendidikan Keluarga, Sekolah, dan Organisasi

Ilustrasi

Terbitnya Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah mengatur revitalisasi peran dan fungsi komite sekolah untuk memperluas akses kemitraan sekolah dan meningkatkan layanan mutu pendidikan.

Oleh: Putra Jaya R. Saragih
Penulis adalah Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP UHN Pematangsiantar dan PPO (Presidium Pengembangan Organisasi) PMKRI Cabang Pematansiantar-Simalungun

Pendidikan merupakan proses pembentukan dan pengembangan karakter pribadi manusia secara utuh. Pendidikan tersebut dapat dilakukan di berbagai wadah. Namun, pendidikan anak/generasi muda bangsa harus diselanggarakan dengan seksama, baik dalam keluarga/Rumah tangga, sekolah, dan organisasi.

Membangun Karakter Anak Dimulai dari Keluarga
Menurut Soegija Pranata: “Bangsa yang yang kokoh bertumbuh dari rumah tangga yang kokoh pula”. Artinya, sebuah bangsa dan negara bukan sekedar  kumpulan rumah tangga yang tidak memperhatikan kualitasnya, melainkan rumah tangga yang sungguh-sungguh kuat dan berkualitas menjadi dasar dan sekaligus pilar bangsa dan negara yang kokoh dan kuat.

Rumah tangga merupakan tempat latihan yang amat perlu, untuk menyiapsediakan warga negara yang cukup cerdas dan pandai, yang berbudi bahasa dan berbudi pekerti, yang beradab dan bersopan santun, yang jujur  dan adil, yang menaruh cinta kasih kepada tuhan, kepada sesama, kepada negara, bangsa, dan tanah air.

Perlu kita ketahui, pada dasarnya semua manusia terlahir atas KASIH, seorang anak lahir ke dunia ini atas persekutuan kasih ayah dan ibunya. Maka hendaklah orangtua mendidik dengan kasih. Mendidik dengan kasih bukan berarti memanjakan anak, tetapi mendidik melalui teladan , perkataan, dan tingkah laku orangtua, supaya mereka bertabiat dan berkepribadian yang teguh.