Raja Parhata

D'Sang - Pangkalan Becak

Janggaleman: Sebenarnya sih tidak pernah, karena kedua belah pihak sudah lebih dahulu berembuk yang dijembatani oleh masing-masing raja parhatanya. Disinilah pentingnya peran aktif seorang raja parhata, jangan pula raja parhata yang justru memperkeruh suasana.

Ullus: Berarti susah juga ya,.. aku kira enak kali, disediakan makan dan rokok,jambar tambah lagi amplop. Lalu biasanya berapa uang maharnya?.

Nai Rundut: Mahal lah kalau seperti itu tugasnya, mana mulai pagi hingga malam lagi kerjaannya, maulah sampai satu ikat itu yang Janggaleman?

Janggaleman: Ha ha ha,.. kalau segitu, dah berebutlah orang jadi raja parhata

Ullus: Bah,.. jadi?. Persoalannyakan tenaga kita itu dibutuhkan bukan hanya satu hari saja, misalnya untuk pesta pernikahan. Sejak martuppol hingga acar pernikahan kan harus kita temani.

Janggaleman: Sebenarnya jika mau jujur, jauh sebelum acara adatpun tenaga kita sudah dibutuhkan sebagai penasehat. Kalaupun ada yang memberikan setengah ikat itu sudah syukur kalilah, sangat jarang-jarang itu. Ada juga yang memberikan hanya seperampat ikat, bahkan kurang dari situpun pernah.