Menggugat Speed bump (Polisi tidur)

D'Sang - Pangkalan Becak
D'Sang - Pangkalan Becak

Nai Rundut: Gila kali posisi polisi tidur ini bah. Kok bisa sih dibuat seperti ini tingginya, inikan merusak kenderaan namanya, sampai nyangkut pula itu sepeda motorku. Berapa sebenarnya ukuran normal tinggi polisi tidur?. Lagian kenapa sih harus dibuat polisi tidur? Apa untuk mempertontonkan kepada dunia luar bahwa masyarakat Indonesia tidak taat akan peraturan lalulintas?.

Ullus: Sebetulnya masih banyak masyarakat yang belum mengerti akan istilah polisi tidur. Sayapun bingun siapa yang bertanggungjawan soal pemberian istilah polisis tidur tersebut.

Nai Rundut: Betul itu,.. yang kudengan juga bukan itu, tapi Speed bump. Namun entah apapun itu jika bisa memilih jangan pakai istilah polisi tidurlah,.. karena kesannya agak malas gitu.

Janggaleman: Sebenarnya tujuannya adalah untuk membuat pengguna jalan supaya berhati-hati. Menteri perhubungan menyatakan bahwa polisis tidur, nahh…. kan jadi polisi tidur juga nyebutnya. Bahwa tujuannya adalh untuk pengendali dan pengaman untuk pemakai jalan.

Nai Rundut: Kok kau bilang menurut Menteri, emangnya sudah ada diatur itu?

Janggaleman: Sudah,.. polisi tidur telah dijamin pada uu pasal 25 ayat (1) soal perlengkapan jalan. Namun pembuatan polisi tidur pun harus mendapat izin dari pihak yang berwenang sesuai dengan UU pasal 27 ayat (2) bahwa ketentuan mengenai pemasangan perlengkapan jalan pada jalan lingkungan tertentu diatur dalam peraturan daerah.