R I P

Pangkalan Becak
Pangkalan Becak

Nai Rundut: Kebersamaan memang akan ada akhirnya juga, kita hanya bisa mencoba menikmatinya sepanjang kebersamaan itu masih bisa berjalan.

Ullus: Benar! Seiring dengan berjalannya waktu, berlalunya menit, jam hari bulan bahkan tahun. Teka-teki, rasa geli, gelisah dan terkadang kecewa, semua membaur menjadi satu, terbungkus dalam sebuah nostalgia dan kenangan.

Janggaleman: Lho! Siapa yang meninggal dunia?. Kok arah cerita kalian berdua seakan-akan mengenang kebersamaa dengan seseorang?

Nai Rundut: Itulah,… ternyata usia orang ngak bisa ditelisik hingga berapa tahun. Yang kami maksudkan itu adalah saudara kita Polmer Saragih, yang bertahun bahkan puluhan tahun menapaki kehidupan di dunia jurnalis. Merangkak dari pemasaran, wartawan hingga devisi iklan.

Ullus: Bersyukurlah sahabat kita itu bisa menapaki hidup dengan menjalani tiga devisi, ini sebuah pengalaman yang sangat berharga untuk dicontoh para pemula.