Wisata Jeruk Simalungun

Pangkalan Becak
Pangkalan Becak

Ullus: Melihat perkembangannya, sudah saatnya petani di Kabupaten Simalungun menciptakan peluang bisnis baru mengingat jika ditilik dari sumber daya dan produktivitasnya sudah sangat mendukung.

Nai Rundut: Maksudnya bisnis dibidang apa ini Ullus? Saya juga mau tanam saham jika memang menjanjikan,..

Ullus: Hasil survey, bahwa lahan tanaman jeruk di Kabupaten Simalungun sangat luas dan buahnya juga sangat manis dan tak kalah bersaing dengan buah jeruk dari daerah lainnya di Sumatera Utara.

Nai Rundut: Ohh itunya, aku piker bisnis yang lain. Kalau soal jeruk itukan memang sudah terkenal dari Simalungun, dan petaninyapun sudah menyebar dipuluhan kecamatan.

Janggaleman: Ya betul itu,.. misalnya di Merek itu luas tanaman jeruk mencapai 1.700 hektar, kemudian di Kecamatan Silimakuta, Dolok Silau dan lainnya. Semuanya sangat ideal dijadikan penghasil pundi-pundi dengan gaya baru.

Nai Rundut: Lho! Buah jeruk kan memang sangat diminati masyarakat karena rasanya yang segar, mengandung banyak vitamin, mineral, serta serat esensial yang tak bisa diproduksi oleh tubuh. Manfaatnya adalah menjaga daya tahan dan keseimbangan tubuh agar tetap normal, selain itu juga mengandung berbagai macam gizi, jeruk juga memiliki manfaat untuk mencegah penyakit kronis seperti kanker, katarak, dan kardiovaskule.

Ullus: Betul,..tapi maksutku bukan itu, tapi petani menciptakan peluang baru yakni dengan menciptakan wisata jeruk,.. ini sangat menarik dan menantang,..

Janggaleman: Aku bisa tangkap maksudmu itu Ullus. Sistim yang selama ini dirobah, yakni pembeli yang datang sendiri ke kebun. Betul juga itu, hanya dengan menambah sejumlah sarana dan prasana yang bisa menarik minat pengunjung, seperti yang sudah dilaksanakn di garut itu.

Ullus: Benar! Wisata Petik Jeruk Garut sudah berdiri awal tahun 2017 lalu dan sangat banyak peminatnya.

Nai Rundut: Lalu apa untungnya bagi pengunjung datang jauh-jauh hanya untuk makan jeruk?

Janggaleman: Wisata yang di Garut itu bukan hanya sekedar petik langsung pulang, namun ada juga sisi sisi edukasinya, pengunjung diajak untuk mengenali Jeruk produk lokalnya. Bisa dimakan dilokasi dan boleh juga dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Sebagai perbandingan, bahwa di Garut hanya mematok biaya Rp 50 Ribu/orang, anda akan dibekali caping (topi petani), keranjang bambu, dan gunting.