KPU dan Cabup Bahas Persiapan Pilkada Taput

[Bernad L Gaol] KPU Taput membahas persiapan Pilkada Taput dengan calon bupati, Kamis (15/8).

TARUTUNG- KPU Taput mengadakan pertemuan dengan tujuh pasangan calon bupati (cabup) dan cawabup serta para tim sukses pasangan calon, Kamis (15/8) di aula kantor KPU setempat untuk membahas persiapan pelaksanaan Pilkada Taput.

Pertemuan koordinasi antara Polres, KPU, panitia pengawas dengan para cabup ini dihadiri Kapolres Taput AKBP Verdy Kalele, cabup nomor urut 3 Bangkit Silaban, cawabup pasangan nomor urut 5 Mauliate Simorangkir serta ketua tim sukses masing-masing tujuh pasangan cabup.

Selain membahas persiapan pelaksanaan pilkada, juga dibahas kondisi daftar pemilih tetap (DPT) dan MK nomor 85/PPU-X/2012.

Beberapa keputusan penting yang berhasil dirumuskan dan disetujui bersama KPU dengan itu di antaranya kondisi DPT, bentuk pengamanan di setiap TPS hingga pemungutan suara pada 10 Oktober mendatang.

Rapat dipimpin Ketua Divisi Hukum KPU Janpiter Lumbantoruan bersama tiga orang komisioner lainnya antara lain Lambas Matondang, Erids Aritonang dan Hotman Harianja selaku divisi logistik pilkada.

Janpiter menjelaskan, persoalan akurasi data pemilih memang menjadi salah satu tugas berat penyelenggara pemilu dan merupakan masalah terberat juga bagi KPU sebagai penyelenggara.

“Kita mengelar pertemuan ini untuk mengambil langkah-langkah penetapan DPT yang pasti. Selain itu untuk menampung masukan dari setiap pasangan calon maupun masing-masing tim sukses pasangan calon dan Panwas,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kapolres Taput AKBP Verdy Kalele memaparkan, pada intinya pihaknya siap mengamankan dan mengawal seluruh tahapan pilkada yang sudah ditetapkan KPU. Dan mengupayakan pencegahan dalam setiap pelaksanaan tahapan pemilu.

Dia juga mengharapkan para kandidat, masyarakat simpatisan pendukung pasangan calon serta parpol untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Hal ini guna menjamin proses pilkada berjalan demokratis dan aman.

“Mari kita jaga bersama kamtibmas guna mewujudkan pesta demokrasi pilkada yang aman, lancar dan kondusif,” ujar Verdy. Pada pertemuan tersebut, banyak masukan yang ditawarkan cabup maupun tim pemenangan.

Antara lain tentang aturan main dalam hal pemungutan suara di TPS agar para pemilih nantinya tidak membawa kamera atau handphone yang berkamera demi menjaga azas pemilu bebas, umum jujur dan rahasia.

“Kita sarankan melalui pertemuan ini agar nantinya di TPS-TPS tidak dibenarkan membawa kamera. Hal ini untuk menghindari bocoran pasangan siapa yang dicoblos. Kemudian bagi pemilih yang harus diwakili itu, siapa yang mewakili, ini harus jelas,” kata salah seorang tim sukses salah satu pasangan calon bupati. (cr-01/mua)

Komentar