KPU Minta Pendukung Legowo Jika Balon Bupati Dicoret

TAPUT- KPU Taput meminta kepada masyarakat, khusunya kepada pendukung, simpatisan para bakal calon (balon) bupati agar legowo jika nantinya ada yang dicoret atau tidak dapat maju sebagai calon Bupati Taput.

“Dari sembilan pasangan yang mendaftar, minimal dua diantaranya pasti akan ada balon bupati yang akan dicoret. Jadi harap dimaklumi, pencoretan yang kita lakukan bukan karena faktor suka atau tidak suka.

Namun dari hasil verifikasi yang kita lakukan, akan kita ketahui balon mana yang sebenarnya didukung oleh partai yang memberikan dukungan ganda,” ungkap Ketua KPU Taput Lamtagon Manalu.

Menurut dia, pencoretan dipastikan akan dilakukan, mengingat jumlah dukungan parpol terbatas untuk mendukung balon bupati yang akan maju nanti.

”Sebenarnya jika dihitung, maksimal enam balon bupati yang dapat diusung oleh parpol. Namun yang mendaftar ada delapan dari jalur parpol. Selain itu, ada dari jalur perseorangan.

Berdasarkan data itu, tentunya minimal dua balon yang bakal kita coret  menjadi peserta pilkada Taput pada 10 Oktober mendatang,” jelasnya.

Lamtagon mengatakan, sesuai persyaratan, seseorang dapat maju sebagai calon bupati jika didukung oleh 15 persen kursi dari 35 kursi di DPRD Taput. Atau bisa juga didukung oleh partai maupun gabungan parpol yang mempunyai 15 persen suara sah pada pemilihan umum anggota DPRD Taput 2009 lalu.

Dia menerangkan, mengenai adanya partai yang mendukung lebih dari satu balon, KPU akan melakukan konsultasi ke KPU pusat dan menanyakan langsung ke pengurus pusat. Pihaknya akan mempertanyakan keabsahan pengurus di daerah.

”Untuk itu, penetapan pasangan calon dijadwalkan Senin (12/8) hingga Selasa (13/8) mendatang. Kepada masyarakat kita minta untuk paham dan jangan mudah terprovokasi,” katanya.

Sebelumnya, ada sembilan pasangan yang mendaftar menjadi balon bupati ke KPU yakni Ratna Ester Lumbantobing-Refer Harianja, Saur Lumbantobing- Manerep Manalu. Margan Sibarani-Sutan Nababan, Banjir Simanjuntak-Maruhum Situmeang, Sanggam Hutagalung-Sahat Sinaga, Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir.

Sanggam Hutapea- Martinus Hutasoit, Pinondang Simanjuntak-Ampuan Situmeang dan Bangkit Silaban-David Hutabarat. (Cr-02/mua)