Barang Perusahaan Hilang, Supir Ekspedisi asal Sidimpuan Dibakar Hidup-hidup

Roi Siregar saat mendatangi Polsek Percut Sei Tuan usai divisum di RS Haji Medan.
Roi Siregar saat mendatangi Polsek Percut Sei Tuan usai divisum di RS Haji Medan.

MetroSiantar.com-Sebagai supir ekspedisi, Roi Siregar (27) benar-benar bernasib apes. Karena barang berupa white copy, kopi ABC, dan lainnya hilang sebanyak 513 kardus, dia dianiaya dan dibakar.

Kasus penganiayaan itu telah dilaporkan warga Jalan Sibolga, Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, ini ke Polsek Percut Sei Tuan, kemarin. Kepada wartawan di RS Haji Medan saat hendak visum, pemuda ini mengatakan, sebanyak 2.000 kardus barang dalam truknya diangkut dari Surabaya. Diceritakannya, dia berangkat, Jumat (3/3) lalu. Dan, Rabu (8/3), truk yang dikemudikannya terbalik di Sipirok hingga barang-barang ada yang tumpah di jalan. Setelah mengutip dan memuat barang-barang itu kembali ke truk, dia melanjutkan perjalanan ke Medan bersama seorang kerneknya.

Kamis (9/3) malam, truknya kembali terbalik di Batu Gajah, Tiga Dolok, Simalungun. Sehari beristirahat disana, mereka berangkat lagi menuju Medan. Setiba di Medan, Roi melaju ke gudang Jalan Besar Tembung, Deliserdang, untuk menyimpan barang bawaannya. Namun ketika muatan dibongkar dan dilakukan penghitungan pada Senin (13/3), ternyata jumlah barang bawaannya berkurang sebanyak 513 kardus.

Pemilik gudang berinisial Jo menanyakan kepada Roi ke mana barang tersebut. Merasa tak bersalah, Roi mengaku tidak tahu karena tak ada menjual barang bawaannya. Tidak mau dipersalahkan pemilik barang, Jo menelpon pihak perusahaan yang menggunakan jasa ekspedisi. Sambil menunggu perwakilan pemilik barang, Roi ditahan di gudang penyimpanan selama tiga hari.

Kemarin, perwakilan pemilik barang tiba di Medan. Pria berkulit gelap (mirip Tamil) yang identitasnya tak diketahui, langsung bertindak brutal. Roi dianiaya supaya mengakui kemana barang yang hilang dijual.

Korban tetap dengan pengakuan awalnya (tidak tahu dan tidak ada menjual). Kesal, pelaku menyiramkan bensin ke perut dan kedua kaki korban. Berikutnya dia mengambil mancis dan membakar korban.

Seketika Roi meronta-ronta dan minta tolong kepada rekannya untuk memadamkan api. Setelah api padam, korban roboh dan pingsan. Malamnya sekira pukul 20.00 WIB, Roi diantar pekerja gudang bernama Dadang ke RS Haji Medan. Usai menitipkan uang sebesar Rp500 ribu, Dadang pun pergi.

Esoknya, walau belum diizinkan dokter, Roi memaksa pulang dari rumah sakit dan pergi ke rumah saudaranya di Bandar Setia. Sorenya, dia didampingi kerabatnya membuat pengaduan ke Polsek Percut Sei Tuan. Sebelum menerima laporan, petugas SPK menyuruh korban visum ke RS Haji Medan.

“Sejak berangkat dari Surabaya ke Medan, truk yang kukendarai dan membawa barang kelontong dua kali terbalik. Mungkin saat terbalik ada barang yang jatuh. Tidak ada kujual barang itu bang,” ujar Roi dengan sedih. Amatan kasat mata, kedua kaki dan perut korban terkelupas akibat luka bakar. Sedangkan punggungnya membiru akibat hantaman benda keras. (sor/ras/sp)