Kantor Lurah Pardomuan Sering Dibobol Maling

Kantor Lurah Pardomuan yang disantroni maling.
GideonAritonang/MetroSiantar
Kantor Lurah Pardomuan yang disantroni maling.

MetroSiantar.com--Kantor Lurah Pardomuan di Jalan Mujahir, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar, dimasuki maling, Rabu (11/10). Diduga, tersangka masuk ke dalam kantor melalui asbes teras, dan tembus ke asbes kamar mandi.

Lurah Pardomuan Arif Lubis yang ditemui di ruang kerjanya membenarkan kejadian tersebut. Menurut Arif, setelah diperiksa, tidak ada barang yang hilang, namun berkas-berkas yang sebelumnya tersusun rapi terlihat sudah berantakan.

“Kalau yang hilang tidak ada. Tapi surat dan berkas berkas berantakan di lantai ini, semua sampai ke ruangan,” kata Arif didampingi seorang pegawainya. Setelah seluruh ruangan diperiksa, ternyata pelaku masuk melalui asbes teras kantor, tembus ke asbes kamar mandi. Sebab sebelumnya, asbes tersebut tidak terlalu rusak parah dan di lantai ditemukan bekas pecahan asbes.

Selain itu, pintu kamar mandi ditemukan sudah rusak parah. Sementara di dalamnya, terdapat tumpukan kursi plastik. Diduga kursi itu digunakan pelaku untuk memanjat kembali asbes, dan keluar melalui jalan yang sama saat masuk.

Arif melaporkan peristiwa ini ke Polsek Siantar Timur. Selang beberapa menit, petugas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dikarenakan sampai saat ini belum diketahui ada barang yang hilang, pihak kepolisian menyarankan agar mereka memeriksa lebih rinci. Dan bila ada yang hilang, untuk segera membuat laporan resmi.

“Tadi Polisi dari Polsek Siantar Timur uda kesini. Uda mengecek ruangan-ruangan, tapi memang sampai sekarang belum tau kita apa yang hilang. Nanti kalau tau ada hilang, kita membuat laporan resmi,” tuturnya.

Lurah yang merupakan mantan personel Satpol PP Kota Pematangsiantar ini menceritakan, sebelum dirinya menjabat sebagai lurah di Pardomuan, kantor itu sudah sering dimasuki pencuri. Satu persatu komputer yang merupakan aset negara hilang dicuri.

Beruntungnya saat ini, mereka mengganti komputer dengan Laptop. Hal itu untuk meminimalisir kehilangan di kantor. Sebab setelah pulang dinas, laptop juga ikut dibawa pulang.

“Komputer disini memang nggak ada, kita pake laptop. Laptop itu pun juga kita bawa pulang, gak tinggal di kantor ini. Sebelum-sebelumnya juga sudah sering disini dimasuki pencuri,” ungkapnya.

Saat ini, lurah beserta para staf dan pegawai masih memeriksa berkas yang mereka tangani. Sebab seluruh berkas yang ada di kantor tersebut merupakan berkas yang penting dan berharga.(cr-05/ms)