Pengusaha Perumahan Ditahan karena Bayar Utang Rp8 Miliar Pakai Cek Kosong

Joni, membelakangi kamera saat diperiksa penyidik Polres Siantar.
GideonAritonang/MetroSiantar
Joni, membelakangi kamera saat diperiksa penyidik Polres Siantar.

MetroSiantar.com-Pengusaha perumahan berinisial PTTJP alias Joni KDS ditahan setelah diperiksa di Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Siantar, Selasa (10/10) malam. Joni menjadi tersangka kasus penipuan cek kosong senilai Rp8 miliar.

Pria yang tercatat bermukim di Jalan Atletik, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Siantar Barat ini terjerat kasus penipuan berupa cek giro senilai Rp8 miliar.

Joni dilaporkan korban yang bernama Tan Pit Tjieng Piter Zein yang berdomisili di Jalan Sangnawaluh, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur. Di dalam laporannya, korban merasa ditipu oleh tersangka dengan memberinya cek giro senilai Rp8 miliar.

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata giro yang diberikan tersangka tidak memiliki saldo. Bahkan rekening tersebut telah ditutup.

Kasus tersebut bermula saat tersangka meminjam uang sebesar Rp8 miliar kepada korban. Uang itu rencananya digunakan tersangka untuk membangun perumahan yang berada di Kecamatan Siantar Utara. Karena merasa yakin, korban pun memberikan uang tersebut.

Setelah sekian lama menunggu, tersangka tidak kunjung mengembalikan uang tersebut. Setelah didesak akhirnya tersangka mau membayar utangnya, namun melalui cek giro.

Kemudian pelaku berniat mencairkan cek tersebut. Namun  korban akhinya mengetahui bahwa cek tersebut abal-abal. Bahkan nomor rekening yang diberikan sudah ditutup pihak bank.

Merasa tertipu, korban pun membuat laporan pengaduan ke Mapolres Siantar. Petugas yang sedang piket SPKT menerima laporan korban dengan nomor laporan LP/217/VII/2017/SU/ STR.

Pada hari yang sama tersangka dilakukan pemeriksaan dan setelah menjalani pemeriksaan, akhirnya dia dijebloskan ke sel tahanan.

Kasat Reskrim AKP Restuadi melalui Kanit Tipikor Sat Reskrim Aiptu Darwin Siregar membenarkan penahanan tersangka. Darwin mengatakan, tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHPidana tentang pidana penipuan dan penggelapan.

“Bukan untuk investasi. Tapi pelaku PTTJP memang meminjam uang Rp8 milyar lebih untuk membangun perumahan. Dia dijerat Pasal 378 subs 378 KUHP tindak pidana penipuan dan penggelapan,”kata Darwin di ruang kerjanya. (cr-05/esa/ms)