Tiga Kali Gituin Kekasihnya “Aku Mau Tanggungjawab Kalau Dia Minta Dinikahi”

AF (tengah) digiring petugas ke ruang penyidik Sat Reskrim
GIdeonAritonang/MetroSiantar
AF (tengah) digiring petugas ke ruang penyidik Sat Reskrim

MetroSiantar.com-Perjalanan cinta seorang pria berinisial AF dengan remaja putri, sebut saja namanya Dinda, harus berakhir di balik jeruji besi. Pasalnya, AF dilaporkan orang tua kekasihnya itu ke Mapolres Siantar atas dugaan tindakan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur.

AF yang berprofesi sebagai tukang servis alat elektronik ini pun dijemput polisi dari rumahnya di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Timur, Selasa (14/11).  Dari pengakuan AF, pujaan hatinya Dinda yang masih berusia 17 tahun itu diajak melakukan hubungan badan, setelah seminggu pacaran. Hubungan layaknya suami istri ini mereka lakukan di sebuah kamar kos-kosan.

Terakhir kali kos-kosan tersebut dijadikan sebagai tempat bercinta mereka, tiga hari lalu, tepatnya Sabtu 11 November 2017. Setiap melalukan perbuatan masum ini, kata AF, mereka selalu di kamar kos-kosan yang sama. Namun, pria ini tidak mau menyebutkan alamat kos-kosan tersebut.

Persetubuhan yang mengakibatkannya meringkuk di sel tahanan itu, menurut AF, didasari atas dasar suka sama suka. Bahkan saat itu, Dinda tidak jarang mengungkapkan permintaannya untuk dapat menikmati bersama-sama hubungan itu. “Kami awalnya ngobrol di dalam kamar, terus dia kuajak main (hubungan intim, red). Rupanya dia (Dinda, red) tak menolak, lalu kami main di kos-kosan,” terangnya di ruang penyidik Sat Reskrim.

Dengan mimik wajah memelas, AF mengakui salah atas apa yang dilakukannya. Dia pun berkeinginan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Namun AF meragukan niatnya itu terealisasi, sebab kata dia, orang tua Dinda pasti tidak menyetujuinya. “Aku mau tanggung jawab kalau  dia meminta dinikahi. Tapi bagaimana dengan orang tuanya. Pastinya nggak setuju karena Dinda masih sekolah,” ucapnya.

Kepala Polres Siantar AKBP Doddy Hermawan SIK melalui Kasubbag Humas, AKP Matius Barus menerangkan, laporan korban telah mereka terima dan  AF masih menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, AF dijerat pasal dijerat 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Kita periksa, masih. Dijerat pasal 82 Undang-Undang No 35 Tahun 2014,” tegasnya. (cr-05/ahu/ms)