Kuota Sertifikasi Guru Agama Kristen Rendah

Destan Malau

TAPTENG – Jika guru bidang study lain sudah bisa menikmati tambahan gaji melalui dana sertifikasi mereka, tapi tidak demikian guru agama Kristen yang mengurus sertifikasinya melalui Kemenag daerah setempat. Mereka hanya bisa pasrah dan berdoa menunggu hasil apakah sertifikasi mereka dinyatakan lolos atau tidak.

Dari data yang diperoleh dari Kankemenag setempat, dari 342 guru agama Kristen yang ada, baru 80 orang  yang sudah lolos sertifikasi. Rinciannya, guru agama Kristen PNS SD sebanyak 218 orang, SMP 25 orang, SMA 11 orang, dan SMK 10 orang. Untuk guru swasta, SD 39 orang, SMP 25 orang, SMA 11 orang, dan SMK 10 orang. Maka jika dipersentasikan, jumlah guru agama Kristen yang PNS dan swasta yang telah sertifikasi hanya sekitar 23 persen.

Untuk tahun 2012, sudah diusulkan 35 orang, termasuk 1 guru swasta, tapi pengumumannya belum keluar hingga kini. “Kami sudah kirimkan berkas para guru agama Kristen, baik itu yang PNS dan non PNS, yang dianggap sudah memenuhi kriteria untuk sertifikasi.

Keputusannya ada ditangan Dirjen Binmas Kristen Pusat. Daerah hanya sebatas mengusulkan,” ujar Kasi Pendidikan Agama Kristen Kemenag Tapteng Destan Malau kepada wartawan, kemarin.

Destan mengakui kuota untuk sertifikasi guru sepenuhnya hak dari pusat atau dalam hal ini Dirjen Bimas Kristen. Selanjutnya Dirjenlah yang menghunjuk Perguruan Tinggi untuk melakukan Diklat, atau yang biasa disebut dengan PLPG. Selanjutnya Kemenag daerah mengeluarkan rekomendasi kepada guru yang dinyatakan lolos untuk mengikuti diklat tersebut.

“Seperti itulah mekanismenya. Jadi kami hanya sebatas mengusulkan, sedangkan yang menentukan adalah pusat atau Dirjen. Hal ini perlu saya tegaskan, agar jangan ada penilaian miring bahwa saya yang bermain dan menentukan serta menandai siapa saja guru yang akan lolos sertifikasi,” terang Destan.

Masih Destan, adapun kuota yang diberikan oleh pusat sejak diberlakukannya sertifikasi tahun 2007 antara lain; tahun 2007 sebanyak 10 orang. Tahun 2008 hanya 3 orang, tahun 2009 hanya 21 orang, tahun 2010 hanya 1 orang itu pun hanya pengawas, tahun 2011 hanya 45 orang, sudah termasuk 3 honor.

Sedangkan di tahun 2012 yang diajukan 35 orang, dan untuk tahun 2013 diajukan 112 orang. Sedangkan berapa kuota tahun 2012-2013 belum diketahui jumlahnya karena belum ada arahan dari pusat.

Pembayaran Tersendat-sendat
Selain minimnya kuota yang diberikan sedikit, ternyata sistim pembayaran dana sertifikasi bagi 80 orang guru agama Kristen pun tersendat-sendat. Jauh lebih lancar pembayaran kepada guru bidang study lain yang dibayarkan oleh pemerintah daerah, dengan sistim semester.

Sesuai dengan data yang diperoleh wartawan , untuk pembayaran dana sertifikasi guru agama Kristen tahun 2012 semester 2, yakni Juli-Desember, baru ditransfer ke rekening para guru baru untuk 2-3 bulan. Sedangkan sisanya belum dapat dipastikan kapan dibayarkan. Sementara tahun anggaran 2012 sudah lewat.

Destan tidak membantah hal itu. Hanya saja ia mengyakinkan bahwa dana yang kurang itu pasti akan dibayarkan tahun 2013. Tapi tidak dapat dipastikannya bulan berapa akan dibayarkan.
“Memang benar, untuk tahun 2012 lalu, baru sekitar 2-3 bulan yang dibayarkan melalui rekening, karena tidak ada anggaran.

Jadi menunggu dipa di tahun 2013 lah. Yang jelas guru yang sudah sertifikasi tidak dirugikan. Pasti akan dibayarkan sisanya tahun 2013 ini, hanya saja saya tidak dapat memastikan bulan berapa,” jawab Destan.

Diakuinya, tersendatnya pembayaran sertifikasi itu adalah kelemahan Dirjen Bimas Kristen untuk melobi ke DPR pusat, sehingga anggaran untuk sertifikasi guru agama Kristen juga minim.

“Kita selalu berulang-ulang mengajukan dan mengirimkan besaran anggaran bagi guru agama Kristen dan juga jumlah guru yang dianggap layak untuk sertifikasi.

Tapi nyatanya seperti itulah kuota yang dikeluarkan dan juga anggarannya,” pungkas Destan seraya mengajak para guru yang belum sertifikasi agar bersabar dan berdoa. Demikian juga kepada guru yang sertifikasinya belum penuh dibayarkan. (mor/nasa)

Komentar