Lapas Sibolga Minim Anggaran Warga Binaan Tidur di Tikar, Atap Sel Bocor

Marasidin Siregar

TUKKA – Warga binaan Lapas Sibolga belum bisa menikmati fasilitas yang layak akibat minimnya alokasi anggaran dari pemerintah pusat. Mereka sebagian besar masih tidur beralaskan tikar. Selain itu, sejumlah atap sel juga bocor.

“Sebagian besar tidur di tikar, kami belum mampu bisa sediakan kasur selayaknya. Maka untuk menjaga kesehatan mereka, terpaksa kami perbolehkan mereka pakai kasur yang disediakan sendiri,” tukas Kepala Lapas Sibolga Marasidin Siregar kepada wartawan, saat ditemui di lapas Jalan Tukka, Kecamatan Pandan, Tapteng, kemarin (27/10).

Marasidin juga mengakui sejumlah fasilitas dan sarana lain di Lapas kelas II A tersebut masih banyak yang memerlukan perbaikan. Seperti atap ruangan para warga binaan yang bocor. Kemudian fasilitas umum mandi, cuci, kakus (MCK) dan pendukungnya kurang memadai. “Kami tidak ada anggaran perbaikan tahun ini. Kami tidak dapat berbuat apa-apa,” ungkap Marasidin.

Namun, lanjut Kalapas, pihaknya tetap berupaya dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada para warga binaan. Lapas Sibolga juga meminta dukungan atau bantuan dari pemerintah daerah setempat. Meski sifatnya masih menunggu dan melihat realisasi anggaran dari APBD 2013 nanti.
“Sebenarnya saya prihatin dengan keadaan lapas ini. Alokasi anggaran bagi lapas di luar Pulau Jawa memang sangat minim. Tapi yang berada di Pulau Jawa, itu besar-besar,” sebut mantan Kalapas Narkotika Jogjakarta itu.

Terpisah, Sekretaris Komisi A DPRD Tapteng Mangatur Marpaung prihatin dengan minimnya alokasi anggaran pusat ke Lapas Sibolga. Dia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) dapat meminimalisir kesenjangan alokasi anggaran untuk lapas dengan kelas serupa di seluruh Indonesia, salah satunya Lapas Sibolga.

“Tujuannya untuk memberhasilkan program pembinaan kepada warga binaan. Karena mereka juga manusia yang memiliki hak memperoleh kehidupan yang layak. Saya berharap pemerintah daerah, baik itu Pemko Sibolga maupun Pemkab Tapteng dapat memberikan perhatian buat Lapas Sibolga. Sebab, warga yang mendekam di sana bukan warga lain, tapi warga Sibolga dan Tapteng juga,” pungkas Mangatur. (mora)

Komentar