Limbah Pasar Horas Buat Resah

SIANTAR – Limbah dari gedung IV Pasar Horas yang mengalir hingga ke Jalan Cokroaminoto, Siantar Utara, bau busuk. Warga sekitar aliran pembuangan limbah itu pun resah dan mengeluh.

Menurut R Lubis (39), warga Jalan J Saragih Kelurahan Dwikora, Siantar Utara, sepanjang aliran parit pembuangan limbah dari Pasar Horas ini sangat terasa berbau tak sedap. Hal itu disebabkan banyaknya pedagang ayam dan ikan yang membuang limbah ke parit, dan tidak pernah dibersihkan.

“Lihat saja warna airnya sudah berubah menjadi merah, ditambah lagi banyaknya sampah yang ikut dihanyutkan air. Akibatnya kita tak enak melakukan aktifitas sehari-hari,” keluhnya.

Warga lainnya, Sopian (54), yang menetap di Jalan Cokroaminoto Kelurahan Baru, Siantar utara, yang berprofesi sebagai tukang jahit pakaian menuturkan, ia dan keluarganya sangat mengeluhkan bau busuk yang datang dari parit aliran limbah pasar horas itu.

Dikatakannya, kondisi itu akan lebih parah jika musim kemarau datang. Di mana bau dari parit itu semakin menyengat, dan sampah-sampah akan menumpuk karena air tidak lancar. ”Lihat warna airnya pun sudah merah, banyak pula bulu ayam dan sampah-sampah yang sangkut,” ujar Sopian.

Kondisi itu sudah berlangsung sejak 2 tahun terakhir. Pada pemerintahan sebelumnya, petugas kebersihan sering diturunkan untuk membersihkan parit. Contohnya, sampah di parit itu akan diangkut minimal dua kali dalam seminggu. Bahkan parit itu juga pernah disiram dengan bantuan mobil tangki air, agar parit bersih dan tidak berbau.

“Kalau sekarang, parit ini tidak pernah dibersihkan. Harusnya pemerintah melalui dinas terkait dapat memberi solusi agar limbah tidak menimbulkan masalah bagi warga sekitar,” tambahnya. Sementara menurut pedagang makanan di sekitar lokasi, Muktar (58), ia juga menyesalkan kondisi parit yang tidak diperhatikan lagi oleh pemerintah saat ini.

“Percuma aliran parit ini berada di tengah kota, tapi kondisinya bisa bau sekali dan tidak ada perhatian dari dinas terkait,” ucapnya. Sedangkan Kadis Pasar Sertaulina Girsang yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Kita akan tindaklanjuti!” ujarnya singkat. (mag-05/hez)

Komentar