Lokasi Wisata Rohani Papan Tinggi, Masih Tetap Ramai Dikunjungi

BARUS – Sejumlah pengunjung yang berziarah ke makam Aulia 44 Syekh Mahmud di Papan Tinggi, Desa Pananggahan, Kecamatan Barus Utara, Tapteng, satu bulan terakhir mencapai puncaknya. Sekitar 1.200 orang sejak Sabtu (10/8) hingga Selasa (13/8) mengunjungi lokasi tersebut.

Menurut Benny Simatupang (25), warga setempat, makam Aulia 44 atau Syekh Mahmud yang berada di Papan Tinggi terletak di ketinggian 200 meter di atas permukaan laut. Makam ini masih tetap menjadi pavorit  para peziarah.

Padahal untuk mencapai ke makam, butuh waktu satu jam. Ditambahkannya, saking ramainya pengunjung, hingga menyebabkan tidak ada tempat parkir kenderaan roda dan empat. Pengunjung-pengunjung tersebut datang dari luar daerah seperti, Singkil, Aceh, Padangsidimpuan, Asahan, Medan, dan Padang Sumatera Barat.

Sementara, Nani Santy Hasibuan (22), pengunjung asal Padangsidimpuan, menuturkan bahwa dia bersama beberapa temannya berkunjung ke Makam Aulia Syekh Mahmud di Papan Tinggi untuk berziarah.

Menurutnya, secara umum potensi wisata sejarah di Barus Kabupaten Tapteng meliputi keindahan situs makam yang berhubungan dengan masuknya agama Islam, cukup menarik dan unik untuk dikunjungi.

Seperti Makam Papan Tinggi yang terletak di Desa Penanggahan Kecamatan Barus Utara ini. Lokasinya berada di atas bukit dan harus menempuh 710 anak tangga. Dari seluruh makam syekh yang ada di Barus ini, makam inilah yang paling tinggi keberadaannya.

Dijelaskannya, untuk mencapai ke lokasi makam, sebelumnya di kaki bukit terdapat pancuran air untuk membersihkan diri atau mengambil air wudhu. Selain itu diperlukan fisik yang kuat untuk menuju makam Syekh Mahmud.

“Kita berjalan kaki memasuki jalan utama menuju Makam Papan Tinggi. Suasana desa terlihat sederhana dan serasa tak ada yang istimewa untuk lokasi pemakaman yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi negeri ini,” ujarnya.

Sayangnya kata Nany lokasi ini kurang terawat. “Kalau dirawat dengan baik, lokasi ini akan semakin ramai dikunjungi. Dengan demikian, Barus akan semakin dikenal, dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Tapteng akan bertambah,” pungkasnya. (Gideon)