Lomba Anak Mandiri dan Cerdas Cermat PAUD Melati Terpadu

Menjadikan Anak Terampil

[Foto: IRWANSYAH]
FOTO BERSAMA – Dewan Pembina PAUD Melati Terpadu Buntu Turunan Hatonduhan Roberton Nainggolan SE (kanan) foto bersama Instruktur dan siswa PAUD usai Lomba Anak Mandiri dan Cerdas Cermat di Taman Hewan Pematangsiantar.

HATONDUHAN – Konsep perlombaan anak mandiri dan cerdas cermat dilakukan untuk menjadikan anak terampil dalam menuangkan hobinya dan berperilaku mandiri. Demikian dikatakan Dewan Pembina PAUD Melati Terpadu Roberton Nainggolan SE didampingi Koordinator Penyelanggara Siti Maisaroh Sirait SE pada saat Lomba Anak Mandiri dan Cerdas Cermat PAUD Melati Terpadu, Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan  di Taman Hewan, Pematangsiantar, selasa,(16/4) siang.

“Kita berharap, kedepan anak-anak PAUD Melati Terpadu ini bisa mandiri. Kebiasaan mandiri inilah yang bisa mencerminkan keberanian mental anak itu sendiri dan anak-anak lebih percaya diri,” jelasnya.

Roberton Nainggolan menerangkan, pembekalan terhadap anak setiap tahun. Dasar penerapanya di mulai tata cara menulis, membawa, berhitung, bahasa Inggris dasar. Termasuk mempelajari kepekaan terhadap irama, nada serta menghargai hasil karya kreatif orang lain.

“Hal ini dilakukan agar anak-anak mudah menyesuaikan diri dengan pelaksanaan di sekolah dasar nantinya,” katanya. Sementara itu, Koordinator Penyelenggara Siti Maisaroh Sirait SE menyarankan Pemkab Simalungun supaya memperhatikan kesejahteraan para instruktur PAUD dengan menambah alokasi dana untuk kesejahteraan guru PAUD dan TK non PNS.

“Kita tahu  bahwa masa depan negeri ini  terletak ditangan mereka, mungkin sekitar 20 tahun akan datang. Tentu kita berharap sebagai bukti dan fakta bagi kita semua bahwa generasi selanjutnya akan lebih baik dengan generasi sekarang,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, PAUD Melati Terpadu saat ini sudah maju di Simalungun ini dimana  jumlah siswanya mencapai 104 orang. Lomba Anak Mandiri dan Cerdas Cermat berlangsung dengan suasana keceriaan. Acara tersebut dirangkai perpisahan. Hadir dalam acara, para instruktur Melisah Sihombing SPdI, Sutanti, Nurul Hidayat, Sumariani, Sri Rahayu, Faurid Fahroini.

PAUD Membangun Karakter
Membangun karakter terhadap anak sejak usia dini suatu kewajiban agar si anak dapat mengubah prilaku negatif ke positif. Membangun karakater melalui lembaga pendidikan dan pembunaa orangtua.

Demikian dijelaskan Dewan Pembina PAUD Melati Terpadu Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan Roberton Nainggolan SE kepada METRO di ruang kerjanya, Kamis (18/4).  “Setiap anak  berkembang  pada usia 0-6 tahun  dan dapat menerima serta menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk,” katanya.

Menurut Roberton Nainggolan, perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).

Oleh karena itu, Roberton mengharapkan  orang tua supaya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang.

“Kita sebagai orang tua kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan tekanan yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan tidak berani mengambil resiko,” ujarnya.

Roberton Nainggolan SE menambahkan, memberikan pendidikan kepada si anak merupakan kewajiban orang tua. Karena dengan pendidikan merupakan modal dasar untuk anak baik itu tumbuh kembangnya dan bekal setelah anak itu tumbuh dewasa.

Dengan pendidikan yang cukup, tentu anak itu akan lebih bisa untuk bertahan hidup dan dapat mengolah segala potensi yang dimilikinya serta bersaing dimasa mendatang.(iwa)