Mahasiswa Nommensen Dukung Pedagang Tolak Relokasi

[FOTO: DHEV FRETES BAKKARA]
UNJUK RASA – Mahasiswa Universitas Nommensen berunjuk rasa, Kamis (31/1).

SIANTAR – Sekitar 20-an perwakilan mahasiswa FKIP Nommensen Siantar, menyatakan dukungannya terhadap pedagang Sutomo, Adam Malik, dan Sudirman (SAS), menolak relokasi.
Hal itu tertuang dalam tulisan spanduk yang mereka arak mulai dari Jalan Sutomo, Adam Malik dan Jalan Merdeka, Kamis (31/1).

Aksi ini mulai pukul 11.00 WIB, dimulai dari lapangan Kampus FKIP Nommensen Jalan Sangnaualuh. Massa arak-arakan dari Jalan Sutomo, Adam Malik dan Sutomo dengan membagikan selebaran.

Selain selebaran berisi tuntutan mereka, dengan bantuan pengeras suara, kordinator aksi Ricardo alias Kuteng menyampaikan aspirasinya. Mereka dengan lantang, menolak keras kebijakan Pemko Siantar melakukan relokasi terhadap pedagang.

Ricardo mengatakan, pihaknya menolak keras kebijakan relokasi tersebut. Yang mana, kebijakan tersebut tidak berpihak kepada masyarakat pedagang kecil dan menengah.

“Kami akan terus mendampingi pedagang menolak relokasi tersebut. Walikota Siantar Hulman Sitorus, tidak berpihak kepada masyarakat,” tegasnya. Pahala Hasibuan menambahkan, penggusuran berdampak kepada tanah rakyat akan mudah dikuasai investor asing. Dan harus diharamkan sesama rakyat Indonesia saling menyerang; seperti yang terjadi Satpol PP kontra pedagang kaki lima.

“Akibat terjadi bentrok itu, akan banyak yang dirugikan. Kemudian jumlah pengangguran akan bertambah,” ujarnya. Amatan METRO, bukti kekecewaan massa membakar ban di depan Kampus FKIP Nommensen.

Oleh pihak kepolisian meminta supaya massa memadamkan api tersebut, karena dinilai telah menganggu ketertiban lalu lintas. Tepatnya pukul 14.00 WIB, massa pun kembali ke kampusnya. (osi)

  • Shandy Manullang

    Tulisannya yang kurang jelas atau nara sumbernya yah,hehehe

  • lussi rumapea cLalu biru

    Cadas..
    semanagat koordinator nya
    tingkatkan motivasi untuk masyarakat…
    aku selalu ada hanya untuk kita…