Mencalonkan Jadi Wakil Bupati Taput Toluto Dinilai Paksakan Diri

TARUTUNG – Rencana Torang Lumbantobing (Toluto) maju sebagai calon Wakil Bupati Taput di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2013, dinilai banyak pihak sebagai kehendak yang terlalu dipaksakan. Apalagi pilihannya tersebut menurunkan karirnya sendiri yang sebelumnya menjadi Bupati Taput selama dua periode.

Pasalnya, dari jabatan yang dicapainya di Taput, Tolutu dapat dikategorikan sudah berhasil dibidang politik. Yakni satu periode menjadi Ketua DPRD kemudian dua kali terpilih menjadi Bupati.

“Jadi majunya Toluto menjadi calon wakil Bupati pada Pilkada 2013 nanti merupakan kehendak yang terlalu dipaksakan dan merupakan penurunan karir atau tahta,” kata tokoh Masyarakat Asal Siborongborong, Asman Sihombing kepada METRO Kamis (7/2).

Menurutnya, Toluto harusnya bertekad menjadi Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) dan Gubernur, atau jabatan-jabatan lain diatas Bupati. “Kita akan sangat mendukung Toluto jika ada niat menjadi Ketua DPRD Sumut. Tetapi jika ada lagi niat Toluto untuk turun takhta menjadi wakil Bupati adalah merupakan pemikiran yang perlu dikaji balik,” ujar mantan anggota DPRD Taput itu.

Dia juga menilai, majunya Toluto menjadi wakil Bupati tidak lepas dari upaya mempertahankan kekuasaannya selama ini. Sehingga dengan dalih ingin meneruskan dan melanjutkan pembangunan, disebutkannyalah kalau masyarakat luas yang mendorongnya untuk maju.

“Memang dalam ilmu politik tidak hanya diajarkan bagaimana seseorang berusaha merebut untuk mendapatkan kekuasaan. Namun juga bagaimana cara untuk mempertahankan kekuasaan,” terangnya. Hal senada disebutkan Djulu Hutapea (65), salah seorang tokoh masyarakat Marga Hutapea di Tarutung. Katanya, dari sisi politik pencalonan seorang Bupati menjadi wakil Bupati adalah sesuatu upaya melanggengkan dan mempertahankan kekuasaan.

“Sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan pencalonan Bupati menjadi wakil adalah sah-sah saja. Permasalahannya adalah, cara-cara melanggengkan kekuasaan itu terkadang berbenturan dengan semangat reformasi dan merusak demokrasi,” ucapnya.

Dia juga menyebutkan, rencana Toluto untuk maju di Pilkada 2013 nanti termasuk pensiasatan aturan batasan memimpin dua periode bagi kepala daerah. “Bagaimana tidak, Toluto “rela” menurunkan levelnya menjadi calon wakil kepala daerah. Sudah menjabat dua periode, namun ingin tetap memimpin lantas dia maju lagi untuk ke tiga kalinya, meski rela maju sebagai wakil Bupati.

Jelas ini telah menyiasati aturan batasan memimpin dua periode bagi kepala daerah,” terangnya. Menaggapi hal tersebut, Ketua KPU Taput Lamtagon Manalu saat dikonfirmasi secara terpisah menegaskan, undang-undang tidak membenarkan seseorang menjabat tiga kali dalam jabatan yang sama.

“Jadi kalau sudah dua kali menjadi Bupati tidak bisa lagi mencalonkan sebagai Bupati, meski dengan pemilihan yang berbeda-beda. Apakah itu dipilih DPRD dan dipilih Rakyat. Pokoknya tidak boleh lagi mencalonkan diri kalau sudah dua kali menduduki jabatan yang sama,” terangnya sembari mengatakan untuk turun menjadi wakil Bupati, hal itu adalah hal Toluto. (cr-01)

Komentar