Mobil Berat Tambang Emas Martabe Dituding Rusak Jalan di Tapteng

[FOTO : RIDWAN]
Salah satu truk ukuran besar pengangkut milik PT AR Martabe saat melintas di Jalan Sibolga-Padangsidimpuan.

TAPTENG – Operasional mobil berat yang mengangkut material pertambangan emas Martabe di Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan diduga menjadi penyebab utama kerusakan jalan nasional Sibolga-Tapteng-Tapsel.

Pasalnya, seluruh armada mobil berat yang melintasi jalan nasional mulai dari kawasan Pelabuhan Sibolga, kemudian Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan selanjutnya ke lokasi pertambangan emas di Kecamatan Batangtoru (Tapsel) itu bisa dipastikan sudah melebihi tonase.

Hal tersebut ternyata ditanggapi serius oleh Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang ketika ditanyai sejumlah wartawan, Senin (4/2) di Pandan. Orang nomor satu di Tapteng itupun menegaskan, dirinya segera memerintahkan Dinas Perhubungan untuk melakukan razia dan penertiban.

Menurut Bonaran, pihaknya sangat mengapresiasi atensi kalangan masyarakat, anggota DPRD Tapteng, anggota DPRDSU terkait operasional armada mobil berat pengangkut material pertambangan emas yang melebihi tonase.

Bahkan, masyarakat sudah mengklaim keberadaannya sebagai penyebab utama kerusakan jalan nasional Sibolga-Tapteng-Tapsel. “Kita belum berani bertindak massif, tapi kita akan melakukan penyelidikan, kalau benar armada mobil berat yang beroperasi tersebut angkutannya melebihi tonase, maka akan diambil tindakan sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Bonaran.

Menurutnya, semua orang harus taat kepada aturan, meskipun itu perusahaan besar. Artinya, tidak seorangpun dapat bertindak semena-mena dengan mengangkangi aturan yang ada. “Siapapun itu, kalau melanggar harus ada sanksinya,” ucapnya.

Bonaran menambahkan, soal siapa yang menindak, nanti akan ditindaklanjuti. Namun, Pemkab Tapteng akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk ke Pemerintah Propinsi maupun ke Pemerintah Pusat. (tob)

Komentar