Murid PAUD HKBP Sihite Tewas Terlindas Bus

“Hassit Nai  Dihilala Ho Boru”

(Foto: Jonter Sinaga)
RSUD: Cindy Romauli br Manullang saat berada di RSUD Doloksanggul, Senin (12/11).

DOLOKSANGGUL -  Seorang bocah usia lima tahun, Cindy Romauli br Manullang tewas terlindas bus Tunas Kencana (TSK), Senin (12/11) sekira pukul 11.00 Wib. Cindy yang merupakan murid PAUD HKBP Sihite itu berencana akan menyeberang jalan menuju rumahnya di Dusun Lumban Raja, Desa Huta Bagasan, Kecamatan Doloksanggul.

Pantauan METRO, begitu mendengar berita duka ini, orangtua korban J Simanullang (40) dan R br Napitupulu, yang kebetulan saat itu berada di Pasar Parluasan, Kecamatan Parlilitan, langsung histeris menuju kediaman mereka, atau sekitar 30 kilometer dari Pasar Parluasan.

Setibanya di rumah duka, kedua orangtua ini histeris sembari memeluk jenazah almarhum putri kesayangan mereka itu yang sudah terbujur kaku di ruang tengah rumah.  “Hassit nai dihilala ho boru, Paetnai huhilala dipanadikkon mon (Sakit kali kau rasa putriku, sakit kali kurasa kau tinggalkan),” isak ibu korban, Boru Napitupulu di rumah duka.

(Foto: Jonter Sinaga)
Bus Tunas Kencana (TSK) diamankan di Polsek Doloksanggul, guna penyelidikan lebih lanjut, Senin (12/11).

Informasi dihimpun METRO, anak keempat dari lima bersaudara ini baru pulang dari sekolah atau sekitar 500 meter dari TKP. Namun, setibanya di Jalinsum Doloksanggul-Matiti, tepatnya di persimpangan rumahnya, tiba-tiba bus dengan nomor polisi BK 7678 DO melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak korban.

Bus yang dikemudikan GM (68) datang dari Parlilitan menuju Medan. Diduga pandangan sopir kurang jelas akibat kabut yang menyelimuti daerah itu sejak pagi, menyebabkan sopir tak bisa melihat korban dengan jelas dan menabraknya.

“Begitu korban ditabrak, ban depan dan belakang bus langsung melindas tubuh korban. Kita menduga, korban meninggal di TKP,” ujar J Situmorang, saksi mata yang melihat peristiwa itu.

Melihat kejadian itu, warga langsung berdatangan dan mengerumuni korban. Sementara sopir bus langsung diamankan dan korban dilarikan ke rumah RSUD Doloksanggul.

“Meski harapan sedikit, kami langsung memboyong korban ke rumah sakit. Sebagian lagi menghubungi polisi,” ucapnya. Setibanya di RSUD Doloksanggul, korban langsung ditangani dr Philip. Tapi sayang, menurut dokter, nyawa korban sudah tak tertolong akibat tulang kepala remuk.

“Korban meninggal di tempat akibat luka parah di bagian kepala. Selain itu, pinggang korban juga remuk akibat lindasan roda bus depan dan belakang,” jelas Philip. Kasat lantas AKP Termalem melalui Kanit Lantas Iptu J Simanjuntak membenarkan peristiwa lakalantas itu.

“Peristiwa itu terjadi di Simpang Matiti-Doloksanggul tepatnya depan Gereja GKPI Sihite II. Bus TSK telah kita amankan berikut supir bus. Bahkan, sopir bus sudah kita mintai keterangannya. Dia merupakan warga Medan,” jelas Simanjuntak. (jona/des)