Aksi Massa, Akibat Tak Percaya Hukum

Sejumlah korban amuk massa
Sejumlah korban amuk massa

MetroSiantar.com,SIANTAR – MARAKNYA aksi main hakim sendiri di wilayah Kota Siantar dan Simalungun ini mendapat sorotan dari psikolog Irna Mirnauli. Menurutnya, tindakan berupa dorongan kemarahan spontanitas kepada terduga pelaku kejahatan yang dilakukan masyarakat sangat berkaitan dengan mulai bergesernya paradigma masyarakat terkait hukuman setimpal kepada pelaku kejahatan.

Street Justica (pengadilan jalanan) kadang mengakibatkan korban jiwa serta materi, sebagai bentuk pudarnya kepercayaan masyarakat terhadap hukum.

“Tindakan kejahatan yang berkali-kali dirasakan masyarakat, baik secara pribadi maupun yang dirasakan oranglain yang tidak berujung dihukumnya pelaku, menimbulkan kemarahan yang terpendam. Ini suatu saat meledak,” kata Irna.

Kondisi ekonomi yang sulit, lanjut psikolog pada Minauli Consulting ini, membuat banyak orang merasakan frustrasi dan tertekan. Sehingga mereka seolah mendapatkan penyaluran atas frustrasi yang dirasakan. Kemarahan tersebut seolah mendapatkan jalan keluar dari katup yang selama ini ditekan. Pemukulan yang dilakukan terhadap terduga pelaku kejahatan, merupakan bentuk katarsis atau pelampiasan dari frustrasi yang dirasakan.

Informasi awal bentuk kecurigaan tanpa bukti akurat, jadi pembenaran untuk melampiaskan kemarahan. Terutama untuk kasus-kasus pencurian, jambret atau bahkan perampokan. Karena kasus ini jumlahnya banyak dan pengungkapannya hanya sebagian kecil.