Ini Prosedur Mengadopsi Anak

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Panjaitan Liberty Panjaitan SIK MH didampingi Kaolsekta Tanah Jawa Kompol Anderson Siringoringo SH MH dan Kanit Reskrim Iptu Jaresman Sitinjak saat menunjukkan korban bayi di Mapolres Siantar
Kapolres Simalungun AKBP Marudut Panjaitan Liberty Panjaitan SIK MH didampingi Kaolsekta Tanah Jawa Kompol Anderson Siringoringo SH MH dan Kanit Reskrim Iptu Jaresman Sitinjak saat menunjukkan korban bayi di Mapolres Siantar

MetroSiantar.com-Prosedur adopsi anak di Indonesia diatur dalam Keputusan Menteri Sosial RI No 41/HUK/Kep/VII/1984, tentang Petunjuk Pelaksanaan Perizinan Pengangkatan Anak. Sebelum mengadopsi anak, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.

Pasangan yang akan mengadopsi anak harus berstatus menikah dengan usia minimal 25 tahun dan maksimal 45 tahun. Minimal telah menikah selama 5 tahun saat pengajuan pengangkatan anak.

Calon orangtua juga harus menyerahkan dokumen tertulis berupa keterangan apakah tidak memungkinkan memiliki anak kandung dari dokter ahli, tidak memiliki anak, memiliki satu anak kandung, atau hanya memiliki satu orang anak angkat tetapi tidak mempunyai anak kandung. Harus memiliki kondisi keuangan dan sosial yang mapan.

Jika berkewarganegaraan asing, maka perlu menyerahkan surat keterangan dari negara asal bahwa memiliki kondisi keuangan dan sosial yang mapan. Jika bukan warga negara Indonesia, harus memperoleh persetujuan tertulis dari pemerintah negara asal pemohon bahwa diperbolehkan mengadopsi anak.

Melampirkan surat keterangan kelakuan baik dari kepolisian dan surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa pemohon sehat secara jasmani dan rohani. Bagi pasangan yang bukan warga negara Indonesia, setidaknya telah menetap di Indonesia selama tiga tahun yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pejabat yang berwenang.

Pemohon telah merawat dan memelihara anak yang akan diadopsi tersebut sekurang-kurangnya enam bulan untuk balita, dan satu tahun untuk anak yang berumur 3-5 tahun. Pemohon harus melampirkan surat pernyataan secara tertulis yang menyatakan bahwa pengangkatan anak tersebut semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan anak yang bersangkutan. Mengadopsi anak tidak hanya berlaku bagi pasangan suami istri. Wanita atau pria yang masih lajang juga diperbolehkan untuk mengadopsi anak asal mempunyai motivasi yang kuat untuk mengasuh anak.

Pemohon mengajukan surat permohonan ke pengadilan di wilayah tempat tinggal calon anak angkat dengan melampirkan seluruh persyaratan. Terdapat dua yayasan yang telah ditunjuk pemerintah untuk melayani proses adopsi, yaitu Yayasan Sayap Ibu yang berada di Jakarta dan Yayasan Matahari Terbit yang bertempat di Surabaya.

Setelah itu, prosedur kedua, yaitu petugas dari Dinas Sosial akan melakukan kunjungan ke rumah dan  memeriksa kondisi ekonomi dan sosial keluarga. Pemeriksaan meliputi kondisi ekonomi, tempat tinggal, penerimaan dari calon saudara angkat (bila sudah punya anak), pergaulan sosial, kondisi kejiwaan, dan lain-lain.

Pemeriksaan keuangan dilakukan untuk mengetahui pekerjaan tetap dan penghasilan keluarga. Untuk WNA, harus ada persetujuan/izin untuk mengadopsi bayi Indonesia dari instansi yang berwenang dari negara asal.

Jika dinilai layak, maka calon orangtua dan anak angkat akan diberi waktu untuk saling mengenal dan berinteraksi. Sebab itu, pengadilan akan memberikan izin kepada keluarga untuk membawa anak tinggal bersama selama 6-12 bulan.

Dinas sosial akan mengeluarkan Surat izin Pengasuhan Sementara dan melakukan pengawasan dan bimbingan selama waktu pengasuhan tersebut. Selanjutnya, pasangan pemohon akan menjalani persidangan dengan menghadirkan minimal dua saksi.

Penetapan keputusan apakah permohonan disetujui atau ditolak. Bila disetujui, akan dikeluarkan surat ketetapan dari pengadilan yang berkekuatan hukum dan jika ditolak maka anak akan dikembalikan ke Lembaga Pengasuhan Anak.

Jika pengadilan sudah menetapkan hasilnya dan proses pengangkatan anak telah selesai maka prosedur selanjutnya, yaitu orangtua angkat perlu melaporkan dan menyampaikan salinan penetapan pengadilan tersebut ke Kementerian Sosial dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten atau Kota. Untuk calon anak angkat yang berasal dari panti asuhan, yayasan harus mempunyai surat izin tertulis dari Menteri Sosial yang menyatakan yayasan tersebut telah diizinkan di bidang kegiatan pengangkatan anak.

Proses penetapan status anak adopsi di pengadilan sampai selesai kira-kira membutuhkan waktu tiga sampai empat bulan. Penetapan itu disertai akte kelahiran pengganti yang menyebutkan status anak sebagai anak angkat orangtua yang mengadopsi. Adopsi tidak dapat dibatalkan oleh siapa pun. Seluruh proses adopsi anak secara resmi dari awal sampai selesai kira-kira memakan waktu sampai dua tahun. Ini merupakan waktu yang cukup panjang, tetapi sebaiknya tetap dijalani dengan baik agar ke depannya dijamin tidak ada masalah.(int/esa)