Dijanjikan Pekerjaan, Desi Tertipu Rp8,5 Juta

ilustrasi-cari-kerja
Ilustrasi

MetroSiantar.com,Siantar – Desi Hari Santi (29), warga Huta Sidomulyo I, Desa Rukun Mulyo, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun mendatangi Polres Pematangsiantar, Sabtu (30/12/2016).

Ia mengaku ditipu dua pria berinisial ES (40) warga Sondi Raya Kabupaten Simalungun dan RS (40) Warga Jalan Sentul Gang Nangka, Kecamatan Siantar Marihat Kota Pematangsiantar, yang menjanjikan pekerjaan masuk menjadi Pendamping Lokal Desa (PLD), di Sidomulyo I, Desa Rukun Mulyo, Kecamatan Panombean Panei. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp8,5 juta.

Kepada petugas SPKT Polres Pematangsiantar Desi Hari Santi menceritakan kronologis kejadiannya, dugaan kasus penipuan dan penggelapan itu ia ketahui Senin (20/12), sekira pukul 13.00 WIB.

“Awalnya di bulan Maret 2016 ES datang ke rumah pelapor dan menawarkan pekerjaan sebagai PLD di Huta Sidomulyo I, Desa Rukun Mulyo, Kecamatan Panombean Panei Kabupaten Simalungun,” ujar terlapor Desi Hari Santi kepada petugas.

Kemudian, lanjutnya terlapor ES mengatakan bahwa untuk melamar pekerjaan tersebut harus mengeluarkan biaya Rp8, 5 juta,” ujarnya.

Selanjutnya, pada tanggal 19 Maret 2016, Desi bersama dengan rekannya Frengky Saragih, Dorta Manurung bertemu dengan ES dan RS di Jalan Gereja, Kecamatan Siantar Selatan. Di tempat tersebut Desi menyerahkan uang sebesar Rp8,5 juta kepada terlapor RS untuk pengurusan sebagai PLD di Huta Sidomulyo I.

Saat itu ES mengatakan kalau terlapor ES dan RS yang akan mengurus pekerjaan tersebut ke Medan. Dan terlapor tersebut mengatakan sekira bulan Oktober 2016 Desi akan bekerja sebagai PLD di Huta Sidomulyo I, Desa Rukun Mulyo, Kecamatan Panombean Panei.

Kemudian, pelapor mendatangi rumah terlapor RS, tetapi tidak ada bertemu dengan terlapor RS. Kemudian tanggal 23 November 2016 pelapor mendatangi rumah terlapor ES dan bertemu dengan terlapor ES. Lalu terlapor ES mengatakan kalau sudah tidak ada lagi pekerjaan yang dijanjikan kepada pelapor dan ES akan mengembalikan dana tersebut pada tanggal 18 Desember 2016, tetapi sampai saat ini terlapor tidak mengembalikan uang tersebut.

Pjs Kasubag Humas Polres Pematangsiantar AKP M Barus melalui Kanit III SPKT Ipda P Nainggolan ketika dikonfirmasi, Senin (2/1), membenarkan pengaduan tersebut. “Benar kita telah menerima laporan pengaduan korban, sesuai LP/527/XII/2016/SU/STR,” ujar Nainggolan. (th)