Siswa SMA Itu Dikenakan Wajib Lapor

Siswa SMA berinisial JAS diinterogasi penyidik Polres Pematangsiantar usai penangkapan.
Ferry Sihombing/Metro Siantar
Siswa SMA berinisial JAS diinterogasi penyidik Polres Pematangsiantar usai penangkapan.

MetroSiantar.com, SIANTAR – JAS, siswa salah satu SMA di Kota Siantar yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba, dipulangkan. Meski begitu, proses hukum terhadap anak berusia 17 tahun itu tetap berlanjut.

Kepada METRO SIANTAR, Minggu (12/3), Kasat Narkoba AKP Mulyadi membenarkan hal tersebut. Dipulangkannya JAS, menurut Mulyadi, karena usianya yang masih di bawah umur.  “Sudah kita pulangkan tadi malam (Sabtu). Dijemput keluarganya langsung. Itu karena dia (JAS) masih di bawah umur,” jelasnya.

Lebih lanjut Mulyadi menjelaskan bahwa setelah dipulangkan, JAS dikenakan wajib lapor dua kali dalam seminggu. “Wajib lapornya hari Senin dan Kamis,” ujarnya.

Mulyadi menegaskan, proses hukum terhadap JAS tetap berlanjut. “Dia (JAS) tetap tersangka. Proses hukumnya lanjut terus itu sampai ke jaksa,” tegasnya.

Sebelumnya JAS yang merupakan warga Jalan Ade Irma Suryani Gang Surapati, Kelurahan Martoba, Siantar Utara dan rekannya Amri Adi (22) warga Jalan Nagur Gang Inpres, Kelurahan Martoba, Siantar Utara, ditangkap pada Jumat (10/3) sekira pukul 20.30 WIB. Tak hanya itu, polisi juga selembar kertas catatan transaksi, sebuah handphone merk Himax warna putih dan uang sejumlah Rp100 ribu, yang diamankan sebagai barang bukti.

Anak Buah Bandar Ditangkap
Sementara itu pengedar sabu-sabu Zuhaldri Sembiring alias Ari (34) diringkus polisi dari kamar kosannya di Jalan Surya, Kelurahan Bukit Sofa, Siantar Sitalasari, Sabtu (11/3) sekira pukul 17.30 WIB. Kasat Narkoba AKP Mulyadi membenarkan adanya penangkapan itu.

Ia membeberkan bahwa sabu tersebut diperoleh Zuhaldri dari seorang bandar narkoba berinisial UH yang diketahui berkediaman di Jalan Tanah Jawa Gang Puri, Kelurahan Melayu, Siantar Utara. “Barangnya dari UH,” bebernya.

Masih dengan cara yang sama, penangkapan itu bermula dari adanya laporan masyarakat yang menyatakan bahwa di lokasi kos-kosan tersebut kerap terjadi transaksi narkoba.“Setelah mendapat informasi itu, kita langsung melakukan penggerebekan,” jelas Mulyadi.

Ketika penggerebekan dilakukan, polisi mendapati Zuhaldri di dalam kamar kos-kosannya itu. Tanpa perlawanan, polisi berhasil membekuknya.

Berhasil menangkap warga Huta III Karang Sari, Kecamatan Siantar itu, polisi selanjutnya melakukan penggeledahan. Alhasil, polisi menemukan barang bukti berupa 1 paket sabu seberat 1,25 gram, 1 kaleng berisi plastik klip, 2 sendok pipet, 4 pipet, 1 gulung alumunium foil. Kemudian ada juga satu timbangan elektrik, satu handphone merk Nokia dan uang Rp100 ribu yang disimpan dalam kamar mandi kos-kosannya itu.“Dia (Zuhaldri) ini pengedar. Sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya.

Atas tindak tanduknya itu, Zuhaldri akan diganjar dengan pasal 114 subsider 112 Undang-Undang (UU) nomor 35 tahun 2009. “Kita masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap sindikat penyalahgunaan narkoba lainnya,” tegasnya.