RTRW Harus Segera Direvisi

Ilustrasi
Ils/D'Sang/MetroSiantar.com
Ilustrasi

MetroSiantar.com,SIANTAR – Saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar sedang melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota. Tentu, hasil Musrenbang tersebut menjadi acuan pembangunan ke depan. Hanya saja, sebelum memutuskan kebijakan yang dikuatkan dengan lahirnya Peraturan Daerah (Perda), eksekutif diimbau lebih berhati-hati dan perencanaan yang dilakukan harus dipikirkan manfaatnya secara berkesinambungan.

Hal itu ditekankan Specialist Development Planning Area, Ir Drs Robert Tua Siregar MSi PhD CIMBA, Minggu (19/3).

“Kita dengar RTRW itu sudah mau direvisi. Dan sesuai dengan data dan analisis ada perbedaan perencanaan dan fakta di lapangan. Harus direvisi. Cuma, karena ini terkait dengan waktu untuk merevisi mungkin belum memasuki waktu yang sesungguhnya maka harus meminta persetujuan ke Mendagri. Memang kondisi kebutuhan yang mengharuskan untuk direvisi,” kata pria yang pernah menjadi perencana dan penasehat beberapa research development publik di beberapa kota di Sumatera Utara, dalam bidang perencanaan pembangunan wilayah.

Ia mengatakan, seharusnya pelaksanaan Musrenbang harus diselesaikan terlebih dahulu lewat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPMJD) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kemudian penyelesaian Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Dalam hal ini, Pemko Pematangsiantar diimbau untuk lebih berhati-hati dalam membuat kebijakan yang dituangkan pada RKPD dan Musrenbang. Sebab, hal itu sangat berdampak buruk pada proses pembangunan daerah. Karena seluruh perencanaan di atas harusnya itu menjadi sebuah kesatuan.